Perwakilan INMF, Timothy Marbun, juga mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Qodari pada Selasa (5/5/2026) hanya bersifat perkenalan. “Tidak ada komitmen apa pun,” ujar Timothy kepada Tempo, Rabu (6/5/2026). Menurutnya, konteks “bermitra” yang dimaksud hanya sebatas membuka akses konfirmasi bagi media digital saat meliput kinerja pemerintah — bukan kemitraan formal atau program komunikasi negara.
Polemik ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu independensi bagi media digital yang tumbuh dari kepercayaan komunitas. Di era ketika kepercayaan audiens adalah modal utama, pelabelan sepihak sebagai “mitra pemerintah” bukan sekadar soal terminologi — melainkan ancaman nyata terhadap kredibilitas yang dibangun bertahun-tahun.***





