Ia menyoroti persoalan utama pendidikan tinggi bukanlah kekurangan kampus, melainkan minimnya pendanaan. Pemerintah bahkan tercatat masih menunggak tunjangan profesi dosen aparatur sipil negara (ASN) sebesar Rp 5,7 triliun.
Sebagai tindak lanjut, Celios telah menyurati pimpinan Russell Group. Mereka mendukung kerja sama akademik bilateral, namun mendesak agar rencana proyek 10 URI ditinjau ulang demi memprioritaskan kampus eksisting.
”Mahasiswa sulit membayar UKT. Anggaran beasiswa per tahun hanya Rp 15 triliun. Dana riset hanya 0,2 persen dari PDB,” tulis Media. ***





