Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menghentikan sementara beberapa proyek besar “warisan Jokowi” yang belum dimulai, termasuk proyek jalan tol baru. Langkah ini mendapat dukungan dari Fraksi PKB DPR RI, yang menyebut keputusan Prabowo sebagai langkah yang tepat dan strategis.
Anggota Komisi V DPR RI dari PKB, Sudjatmiko, atau Miko, mengatakan bahwa menghentikan proyek besar sementara waktu merupakan keputusan yang bijaksana mengingat kondisi anggaran negara saat ini. Menurut Miko, pemerintah harus cermat dalam menghitung kesiapan anggaran untuk proyek-proyek besar.
“Jika anggaran negara tidak cukup, maka langkah menghentikan sementara proyek besar adalah hal yang perlu dilakukan. Ini agar anggaran negara tidak terbebani dan program prioritas lainnya tetap bisa berjalan,” ungkap Miko dalam keterangan resminya, Kamis (19/12).
Miko menegaskan bahwa Presiden Prabowo harus fokus pada program prioritasnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis, yang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Program ini akan menelan biaya Rp 71 triliun pada 2025.
“Kami mendukung langkah Presiden untuk menghentikan proyek besar yang baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi prioritas utama, dan harus dilaksanakan dengan baik,” lanjut Miko.
Namun, Miko menegaskan bahwa proyek-proyek yang sudah dalam tahap kontrak dan berjalan tetap akan dilanjutkan. Proyek-proyek infrastruktur yang sudah ada, terutama yang bersifat padat karya dan mendukung ketahanan pangan, juga tetap dipertahankan.

Sebelumnya, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Sony Sulaksono Wibowo, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan penghentian sementara proyek jalan tol yang belum dimulai, seperti Tol Puncak dan ruas tol Kulon Progo-Cilacap. Proyek yang sudah dalam tahap konstruksi dan studi kelayakan akan tetap dilanjutkan.
“Sementara itu, proyek-proyek yang dalam tahap lelang, seperti Tol Gilimanuk-Mengwi dan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), dipastikan tetap berjalan,” ujar Sony kepada wartawan ***





