Hasil Evaluasi Pascatragedi Kanjuruhan, FIFA Pantau Transformasi Stadion Sepak Bola Indonesia

Stadion Pakansari
Pemandangan indah Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. FIFA juga mengunjungi stadion Pakansari, untuk memastikan standar keamanan. Foto:Instagram
Transformasi besar sedang berlangsung di stadion-stadion sepak bola Indonesia. FIFA, bersama PSSI, kini menyelesaikan tahap kedua kunjungannya untuk memastikan stadion-stadion di Tanah Air memenuhi standar keamanan dan kenyamanan internasional.

Dari ujung barat hingga timur, inisiatif ini bertujuan menciptakan pengalaman menonton yang lebih aman bagi para suporter, sembari mengenang tragedi Kanjuruhan yang menjadi pelajaran penting.

Tragedi itu telah mengguncang dunia sepak bola Indonesia. Sebagai respons, FIFA dan PSSI berkolaborasi untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang. Bagi banyak orang, sepak bola lebih dari sekadar olahraga; ia adalah ajang pemersatu bangsa.

Setelah mengunjungi delapan stadion pada tahap pertama di Mei 2024, kini FIFA memperluas cakupan menjadi 21 stadion di 12 provinsi. Beberapa di antaranya adalah nama-nama yang sudah tak asing lagi bagi para pecinta sepak bola nasional: Stadion BJ Habibie, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Maguwoharjo, hingga Stadion Gelora Ratu Pamelingan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, stadion di daerah seperti Stadion Demang Lehman di Kalimantan Selatan dan Stadion H. Dimurthala di Aceh juga menjadi perhatian.

Dilansir laman PSSI, kunjungan ini bukan sekadar inspeksi biasa. Para pakar keamanan stadion FIFA, seperti Ben Veenbrink dan Lavin Vignesh, hadir langsung untuk melakukan studi mendalam. Mereka didampingi oleh perwakilan PSSI, termasuk Adi Nugroho, Direktur Keamanan dan Keselamatan Infrastruktur, serta Cut Ayu Rahimainita dari Hubungan Internasional PSSI. Bersama-sama, mereka menilai kondisi stadion, mendiskusikan langkah-langkah perbaikan, dan menyusun rekomendasi konkret.

Rekomendasi untuk Stadion yang Lebih Aman

Dalam studi ini, ada beberapa langkah utama yang diusulkan. Pertama, peningkatan keamanan stadion dengan mengadaptasi pedoman keselamatan sesuai kondisi lokal. Kedua, penerapan sistem sertifikasi stadion berstandar internasional. Ketiga, memastikan bahwa renovasi yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan keselamatan suporter.

Pos terkait