Sejarah Gedung Setan di Surabaya, Peninggalan Belanda Kini Atapnya Roboh

Gedung Setan di Surabaya. (Dok. Istimewa)
Atap Gedung Setan di Surabaya porak-poranda setelah hujan angin pada Rabu 18 Desember 2024 sore. Gedung yang cukup ikonik di Kota Pahlawan. Bagaimana sejarahnya?

Mengutip dari berbagai sumber, Gedung Setan merupakan bekas bangunan kantor Gubernur VOC di Jawa Timur. Bangunan Gedung Setan Surabaya itu diperkirakan sudah ada sejak 1809.

Seiring momen VOC meninggalkan Indonesia, gedung yang sebelumnya menjadi kantor gubernur VOC itu pun beralih kepemilikan ke dokter Teng Sioe Hie atau Teng Khoen Gwen. Kondisi Indonesia pun kocar-kacir kembali.

Pada tahun 1908, pecah kerusuhan yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI). Dokter Teng Sioe Hie memutuskan Gedung Setan Surabaya itu dijadikan sebagai tempat berlindung bagi kelompok atau etnis Tionghoa.

Bacaan Lainnya

Alhasil, Gedung Setan Surabaya hingga kini masih dihuni oleh beberapa kelompok etnis Tionghoa. Meski namanya Gedung Setan, gedung itu tak kosong. Gedung Setan Surabaya berdiri di lahan seluas 400 meter persegi.

Gedung Setan Surabaya memiliki 40 ruang yang dijadikan kamar-kamar oleh penghuni. Kondisi Gedung Setan Surabaya jika dilihat dari jarak dekat cukup memprihatinkan. Fasadnya pun mulai terlihat rapuh.***

Pos terkait