Prabowo Dikabarkan Bakal Bertemu Megawati di Hari Ulang Tahunnya, Elite PDIP Belum Solid

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto Media Indonesia/ Ramdani).

“Ada yang ingin segera masuk, ada yang kepengen masuknya nanti saja kita lihat perkembangannya dulu kayak apa, kemudian ada yang mengatakan sudahlah enggak usah masuk. Jadi ada tiga klaster yang sedang berdinamika,” tuturnya di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2024).

Bambang menuturkan dinamika tersebut membuat PDIP belum mengambil keputusan apapun, termasuk keputusan soal bergabungnya ke pemerintahan mendatang atau tidak.

“Kan belum ambil keputusan. Ini kan aku ngomong dinamika yang ada. Klaster-nya kayak begitu. Maka tepatnya bukan dinamika, tepatnya dialektika yang ada,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah elite Gerindra dan PDIP sendiri diketahui mulai berupaya untuk menjembatani jurang komunikasi yang terjadi pasca-Pilpres. Isu mengenai rencana pertemuan antara Prabowo dan Megawati dilontarkan untuk meredam ketegangan sekaligus menarik PDIP masuk dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo. Namun demikian, pertemuan itu tidak kunjung terlaksana.

Belakangan banyak pihak menuding ada faktor Jokowi yang tidak menginginkan pertemuan antara Prabowo dan Megawati, setidaknya sampai pelantikan dan pengumuman komposisi kabinet Prabowo Subianto. Jokowi juga telah berulangkali mengadakan pertemuan dengan Prabowo. Terakhir keduanya bertemu pada Ahad (13/10/2024) kemarin, ketika Prabowo datang ke Solo.

Kendati demikian, Jokowi telah menyatakan secara terbuka bahwa tidak pernah cawe-cawe mengenai penyusunan kabinet Prabowo Subianto. Dia juga memastikan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo sangat diperlukan.

“Ya saya kira baik pertemuan itu sehingga komunikasi antara tokoh-tokoh bangsa bisa sambung untuk kemajuan negara, untuk kemajuan bangsa.”

Riwayat Hubungan Megawati dan Prabowo Subianto

Prabowo maupun Megawati memiliki relasi sangat panjang. Keduanya pernah berkoalisi, tetapi lebih sering berkompetisi dalam kancah kontestasi politik.

Pada Pilpres 2009 lalu misalnya, Prabowo menjadi calon wakil presiden alias cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan ini kalah melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan dengan Boediono.

Pos terkait