Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempersilakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya bekerja dari mana saja alias work from anywhere (WFA) dua kali seminggu. Kebijakan ini merupakan “kompensasi” bagi pegawai BKN setelah pemerintah menerapkan penghematan anggaran.
Menurut Kepala BKN Zudan Arif, formula dua hari WFA dan tiga hari work from office (WFO) merupakan langkah awal efisiensi anggaran yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi biaya kantor yang tidak perlu.
“Efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden ini dapat kita jadikan peluang untuk meningkatkan efektivitas kinerja BKN, sekaligus untuk mengukur efektivitas Sistem Informasi ASN (SIASN) terintegrasi yang kita miliki,” ujar Zudan melalui keterangannya, dikutip Jumat, 7 Februari 2025.
Menurut Zudan, instruksi efisiensi dari Presiden Prabowo ini juga dapat meningkatkan kemampuan bersaing pegawai BKN dalam bekerja untuk mencapai target kinerja.
“Jadikan efisiensi ini untuk mem-branding profesi ASN, agar stakeholders dapat melihat bahwa BKN mampu bekerja secara efektif dan efisien dan berpacu pada target kinerja yang dicapai,” katanya.
Dengan efisiensi yang dilakukan BKN, Zuldan berharap bakal lahir berbagai inovasi untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Termasuk menemukan pegawai bertalenta digital. Pola ini bakal dievaluasi rutin setiap bulan.***





