Kenaikan perceraian yang dipicu judol terjadi di tengah turunnya angka perceraian secara keseluruhan. Sebagai informasi, jumlah total kasus perceraian di Indonesia sebenarnya 2023 tercatat turun 8,9 persen pada tahun 2023, jika dibandingkan 2022.
Jawa Timur berada pada urutan teratas kasus perceraian terbanyak akibat judi. Total lebih dari 25 persen, atau tepatnya 415 kasus perceraian, terjadi di ujung timur Pulau Jawa pada 2023.
Disusul secara berturut-turut oleh Jawa Barat dengan 13 persen atau 209 kasus perceraian dan Jawa Tengah dengan 7,2 persen atau 143 kasus.
Provinsi di Pulau Jawa menyumbang lima dari 10 provinsi dengan kasus perceraian terbanyak akibat judi pada 2023. Selebihnya, kasus serupa banyak terjadi di Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.
100 Korban Judol Masuk RSCM karena Stres
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, melaporkan hampir 100 orang tengah menjalani perawatan rawat inap karena kecanduan judol.
Kepala Divisi Psikiatri RSCM, Dr. dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ, menerangkan kepada wartawan jika jumlah pasien yang dirawat akibat kecanduan judol ini mengalami peningkatan sejak awal tahun 2024.
Kristiana mengatakan, peningkatan pasien kecanduan judol ini meningkat pada awal tahun 2024.
“Jumlahnya itu kalau yang dirawat inap pada mendekati angka 100 dan yang dirawat jalan itu dua kali lipat dari angka yang dirawat inap,” kata dr Kristiana dalam media briefing, Jumat, 8 November 2024.***





