Pengiriman Minyak Mentah Dunia Mulai Tersendat, Dua Kapal Tanker Sempat Putar Balik di Selat Hormuz

Dua kapal tanker terpantau berbalik arah ketika hendak memasuki Selat Hormuz. Hal ini bisa mengakibatkan pengiriman minyak mentah tersendat. Ilustrasi dibuat oleh SORA.
Pengiriman minyak mentah mulai terganggu oleh esklasi konflik Israel vs Iran. Dua supertanker, yang masing-masing mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah, melaju melalui selat Hormuz di muara Teluk Persia, setelah melakukan putaran balik dalam 24 jam terakhir.
_____________

Menurut data pelacakan kapal seperti dilansir Bloomberg, dua kapal bernama Coswisdom Lake dan South Loyalty sempat masuk jalur pelayaran utama pada Ahad, 22 Juni 2025, namun secara tiba-tiba membalik arah.

Setelah jeda beberapa waktu, keduanya kembali bergerak ke arah Selat Hormuz—jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.

Satu kapal dilaporkan hampir melewati selat tersebut, sementara yang lain baru memasukinya. Data terakhir pada Senin, 23 Juni 2025, menunjukkan keduanya masih berada dalam area strategis yang menjadi lalu lintas seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Bacaan Lainnya

Langkah dua supertanker ini mencerminkan sikap waspada industri pelayaran global terhadap situasi di perairan yang menjadi pusat ketegangan antara negara-negara Teluk. Beberapa pialang kapal dan pelaku pasar pengangkut minyak pun dilaporkan mulai berpikir ulang untuk melewati selat tersebut.

Peringatan resmi juga datang dari Kementerian Perhubungan Yunani. Dalam pernyataannya pada Ahad, 22 Juni 2025, pemerintah Athena mengimbau agar para pemilik kapal mempertimbangkan untuk tidak melintasi Hormuz dan memilih pelabuhan aman sebagai alternatif.

Yunani sendiri dikenal sebagai pemilik armada kapal tanker terbesar di dunia berdasarkan kapasitas angkut.

Meski kedua tanker tersebut bukan berbendera Yunani, sinyal dari pemerintah Yunani menjadi pengingat serius bagi pelaku industri pelayaran. Apalagi, Coswisdom Lake dikelola oleh Cosco Shipping Energy dari Tiongkok, sementara South Loyalty berada di bawah pengelolaan Sinokor Merchant Marine asal Korea Selatan. Keduanya termasuk kategori Very Large Crude Carrier (VLCC), kapal superbesar khusus pengangkut minyak mentah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari kedua perusahaan terkait alasan manuver mendadak tersebut.

Pos terkait