Yunani sendiri dikenal sebagai pemilik armada kapal tanker terbesar di dunia berdasarkan kapasitas angkut.
Meski kedua tanker tersebut bukan berbendera Yunani, sinyal dari pemerintah Yunani menjadi pengingat serius bagi pelaku industri pelayaran. Apalagi, Coswisdom Lake dikelola oleh Cosco Shipping Energy dari Tiongkok, sementara South Loyalty berada di bawah pengelolaan Sinokor Merchant Marine asal Korea Selatan. Keduanya termasuk kategori Very Large Crude Carrier (VLCC), kapal superbesar khusus pengangkut minyak mentah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari kedua perusahaan terkait alasan manuver mendadak tersebut.
Sikap waspada juga datang dari Jepang. Dua perusahaan pelayaran besar Negeri Sakura menyatakan akan mengurangi aktivitas pengiriman mereka ke kawasan Teluk Persia. Mereka tidak mau mengambil risiko keamanan di Selat Hormuz—rute laut yang tak bisa dihindari bagi kapal pengangkut minyak dari atau menuju Teluk.***





