Penelitian yang dilakukan oleh Environmental Science & Technology pada tahun 2025 ini menyimpulkan masyarakat Indonesia paling banyak menelan mikroplastik dan nanoplastik dibandingkan masyarakat negara mana pun. Material ini berbahaya. Sumbernya dari produk-produk rumah tangga yang biasa dipakai setiap hari—salah satunya teh celup.
__________
Menurut hasil penelitian itu, rata-rata orang Indonesia mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik per bulan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penduduk negara lainnya di muka bumi.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang dapat mengancam kesehatan jika tidak sengaja tertelan atau dimakan oleh manusia. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan serta dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi.
Kandungan bahan kimia pada mikroplastik menyebabkan beragam gangguan kesehatan.
Orang Indonesia secara tidak sadar telah menelan mikroplastik karena setiap hari menggunakan peralatan atau bahan-bahan kegiatan rumah tangga berbahan plastik. Penggunaan itu bisa disengaja maupun tidak.
Apa saja produk-produk yang menjadi sumber mikroplastik itu? Berikut daftarnya, dikutip dari Euro News:
1. Talenan plastik
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Chemical Society (ACS), talenan plastik dapat membuat manusia terpapar hingga 79,4 juta mikroplastik polipropilena atau sejenis polimer plastik setiap tahunnya. Artinya, penggunaan talenan plastik berpotensi meningkatkan perpindahan mikroplastik ke makanan.

Talenan kaca tahan banting adalah alternatif terjangkau yang mudah dibersihkan dan biasanya bebas mikroplastik. Beberapa merek juga menawarkan talenan bebas plastik yang terbuat dari serat kertas yang tahan lama.
2. Teh celup
Banyak kantong teh dibuat dari plastik polipropilen yang tidak ramah lingkungan. Bahkan, kantong teh kertas pun dapat mengandung sisa plastik di lapisan penutupnya.
Pada 2023, penelitian yang diterbitkan Dow University of Health Sciences menunjukkan bagaimana air panas yang digunakan untuk menyeduh teh dapat melepaskan jutaan mikroplastik dari kantong teh. Studi ini mengungkapkan bahwa satu cangkir teh dapat mengandung hingga 3,1 miliar nanoplastik akibat kantong teh tersebut.





