Pemkot Surabaya dan Kementerian PKP Renovasi 4.000 Rumah Tidak Layak Huni di 2026

Revitalisasi Rumah Tak Layak Huni
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung rumah usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (3/5/2026). DISKOMINFO SURABAYA
Kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Kementerian PKP, dan pengembang swasta berhasil melampaui kuota APBD guna mengentaskan kemiskinan melalui hunian layak.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang dinilai berhasil dalam menggerakkan ekosistem perumahan dan ekonomi rakyat secara berkesinambungan.

Menteri Maruarar menegaskan bahwa tahun ini alokasi bantuan perumahan di Jawa Timur meningkat drastis, dari 3.000 unit menjadi 33.000 unit. Menurutnya, Surabaya menjadi motor penggerak utama karena mampu mengintegrasikan perbaikan hunian tidak layak dengan penguatan ekonomi keluarga melalui akses perbankan.

“Di Surabaya ini paling besar. Kami tidak hanya bicara soal rumah yang bocor atau WC mampet, tapi bagaimana ekonomi keluarga terangkat. Kami masukkan program KUR Perumahan melalui Bank BTN dan PNM Mekaar. Bunganya sangat murah, hanya sekitar 0,5 persen per bulan agar tidak ada lagi rentenir,” ujar Maruarar, dikutip Senin (4/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ia juga menyoroti bagaimana satu proyek perbaikan rumah mampu menciptakan multiplier effect bagi banyak sektor. Dari 33.000 rumah yang dibantu, diprediksi akan menyerap hingga 99.000 tenaga kerja, belum termasuk pengemudi logistik hingga pemilik toko bangunan UMKM.

“Ini akan mengerakan semua sektor. Bahkan warung-warung jualan di sekitar proyek juga akan ikut merasakan. Karena, para pekerja pasti makan. Jadi ekonomi akan bergerak luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Surabaya adalah semangat gotong royong yang diusung dalam program Kampung Pancasila.

Eri mengungkapkan, kemampuan APBD Kota Surabaya untuk memperbaiki Rutilahu sebenarnya berada di kisaran 2.400 unit per tahun. Namun, berkat sinergi dengan kementerian dan sektor swasta, jumlah rumah yang diperbaiki melonjak drastis di tahun ini.

“Tahun ini InsyaAllah bisa mencapai 4.000 unit. Pemkot bisa melakukan 2.400, lalu Pak Menteri PKP menyumbang 1.000 unit. Sisanya dibantu oleh pengembang besar seperti Pakuwon dan Ciputra,” ungkap Eri.

Pos terkait