Kekalahan tipis dari Dewa United memastikan Semen Padang menyusul PSBS Biak turun kasta. Secara matematis, perolehan poin maksimal Kabau Sirah tak lagi mampu menggeser rival di zona aman.
Klub sepakbola asal Padang, Sumatera Barat, Semen Padang, dipastikan terdepak dari kasta tertinggi sepakbola tanah air setelah menelan kekalahan 0-1 atas tuan rumah Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026) malam.
Semen Padang FC menjadi klub sepakbola kedua yang harus degradasi setelah sebelumnya PSBS Biak juga turun kasta.
Pelatih Semen Padang FC Imran Nahumarury mengatakan, meski kalah secara permainan dari Dewa United, namun anak asuhnya telah menunjukkan dedikasi dengan perjuangan di atas lapangan dan mampu menahan peluang gol tuan rumah.
Menurutnya, tiga laga tersisa menjadi tanggung jawab profesional yang harus diembannya, meski secara matematis klub berjuluk Kabau Sirah itu sudah tersingkir dari kompetisi Super League musim depan.
“Secara hasil memang kita kalah, tapi secara permainan saya bangga dengan para pemain dalam situasi apapun mereka bisa berjuang sampai akhir. Ada beberapa challenge, peluang yang harusnya menjadi goal. Tapi itulah sifat bola,” terangnya.
Semen Padang dipastikan turun kasta musim depan menyusul PSBS Biak yang mendapat vonis serupa sehari sebelumnya. Meski, secara matematis bisa menyapu bersih seluruh pertandingan, Kabau Sirah hanya akan menyamai koleksi nilai Madura United yang berada di batas aman zona merah, namun Semen Padang tetap tidak bisa menggeser Laskar Sape Kerrab karena kalah rekor pertemuan dengan agregat 1-6.
Kekalahan atas Dewa United ini memastikan Semen Padang terpuruk di posisi ke-17 dengan 20 poin dan dipastikan turun kasta musim depan. Kabau Sirah masih memiliki tiga laga tersisa, untuk menutup kompetisi musim ini. ***





