Tiga gelar beruntun dalam tiga musim — Persib Bandung resmi jadi klub pertama yang mencatat hattrick juara di era modern Liga Indonesia.
Satu angka pun sudah cukup. Persib Bandung bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), dan itu sudah cukup untuk mengunci gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Di saat bersamaan, Borneo FC menang telak 7-1 atas Malut United. Namun hasil itu tak berarti apa-apa — Borneo dan Persib sama-sama mengemas 79 poin di akhir musim, dan Maung Bandung unggul head-to-head.
Pertama Sejak 1994
Gelar ini bukan sekadar trofi ketiga. Persib menjadi klub pertama yang meraih hattrick juara di era modern Liga Indonesia — kompetisi profesional yang bergulir sejak 1994. Sebelumnya, rekor tertinggi hanya dua gelar beruntun, yang ditorehkan Bali United pada 2019 dan 2021/2022.
Persib kini mengoleksi lima gelar liga sepanjang sejarah: 1994/1995, 2014, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Rahasia di Lini Bertahan
Pelatih Bojan Hodak tak ragu menyebut apa kunci keberhasilan ini. Musim ini Persib hanya kebobolan 22 gol — paling sedikit di seluruh Super League.
“Saya pikir pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” ujar Hodak, Minggu (24/5/2026).
Ironi memang — Persib bukan tim paling produktif. Mereka hanya mencetak 59 gol, kalah dari Borneo FC (74), Persija Jakarta (65), dan Persebaya Surabaya (61). Tapi Hodak tak peduli soal itu.
“Meski kami menciptakan peluang dan tidak selalu mencetak gol, pertahanan tetap menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” tegasnya.
Tiga musim, tiga gelar. Dominasi Maung Bandung di puncak sepak bola Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.***





