Jakarta– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan mengambil alih kepengurusan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) dari kepemimpinan Habib Luthfi Bin Yahya yang sudah demisioner.
Pengambilalihan ini merupakan hasil dari silaturahmi antara Idaroh Wustho–setingkat Dewan Pimpinan Wilayah/Provinsi–Jatman dengan PBNU di Hotel Bumi, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis, 19 September 2024.
Dikutip dari siniar di YouTube @padasukaTV, bahwa silaturahmi Idaroh Wustho jatman dengan PBNU dihadiri 15 dari 20 Idaroh Wustho JATMAN se-Indonesia. Videonya bisa disimak di bawah ini:
Sebagaimana dibahas dalam siniar tersebut, ada empat poin hasil silaturahmi Idaroh Wustho jatman dengan PBNU yaitu:
- Masa khidmat kepengerusan Idaroh Aliyah sudah dinyatakan demisioner, terhitung sejak September 2023.
- Mendukung PBNU untuk mengambil alih kewenangan “Idaroh Aliyah” Jatman.
- Memohon PBNU segera menggelar Mukatamar JATMAN selambat lambatnya satu bulan setelah pernyatan ini disampaikan.
- Memohon agar Muktamar Jatman diselenggarakan di Semarang.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Advokat Nahdlatul Ulama (HIMANU), Taufik CH, langkah PBNU mengambil alih Jatman sudah tepat, karena tidak ada proses administrasi pasca-berakhirnya kepengurusan Habib Luthfi Bin Yahya sebagai Idaroh Aliyah sejak September 2023.
Ia menyebut tidak ada langkah organisasi apa-apa yang dilakukan Jatman setelah berakhirnya kepemimpinan Habib Luthfi, baik perpanjangan masa jabatan ataupun pengurus sementara. Maka, menurut Taufik, sudah tepat PBNU mengambil alih Jatman, untuk selanjutnya dilaksanakan Muktamar.
“Ini sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU, di mana dalam pasal 19 ART PBNU tentang kepengurusan di berbagai tingkatan organisasi. Kemudian dipertegas dalam pasal 38 tentang penyelesaian perselisihan organisasi, maka langkah pengambilalihan JATMAN oleh PBNU sudah tepat,” jelas Taufik, dikutip Senin (23/9/2024).



