Warga Shiddiqiyyah Rutin Patungan untuk Sedekah Miliaran Rupiah Tiap Tahun, Bagaimana Mereka Bisa ‘Seroyal’ Itu?

Ketua Umum Dhibra, sebuah lembaga filantropi Shiddiqiyyah, Ny. Shofwatul Ummah (kanan) menyerahkan santunan kepada penerima dari masyarakat kurang mampu, dalam acara Santunan Nasional di Lapangan Matahari, Pondok Pesantren Majamaal Bachroun Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (21/9/2024). Acara serupa rutin digelar setiap tahun dan melibatkan penyaluran uang miliaran rupiah setiap tahunnya. - Dok Opshidmedia
Tarekat Shiddiqiyyah rutin membagikan sedekah senilai miliaran rupiah setiap tahun untuk masyarakat miskin di berbagai wilayah di Indonesia—bahkan mancanegara. Sumber dana kegiatannya dari hasil patungan seluruh jemaah yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Bagaimana jemaah Shiddiqiyyah bisa seroyal itu?

Pada Sabtu, 21 September 2024, warga Tarekat Shiddiqiyyah mengadakan acara sedekah rutin tahunan, yang mereka namakan Santunan Nasional. Hajatan ini dilaksanakan serentak oleh pengurus pusat dan seluruh dewan pimpinan di seluruh daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.

Acara dipimpin oleh Sang Mursyid, KH. Moch. Muchtar Mu’thi, dari pusat kegiatan Shiddiqiyyah, di Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Chubbul Wathon Minal Iman, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Agenda rutin tahunan ke-20 itu berlangsung di lapangan Matahari Terbit, sebuah tanah lapang yang menjadi salah satu titik kegiatan luar ruangan pesantren tersebut.

Bacaan Lainnya

Ny. Shofwatul Ummah, Ketua Umum Dhilal Berkat Rahma Allah (Dhibra)— lembaga filantropi yang dibentuk oleh Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah—menerangkan kepada wartawan pada Sabtu (21/9/2024) lalu, total dana sedekah yang tersalurkan melalui acara di Pusat Shiddiqiyyah kali itu mencapai 13.778 paket.

Untuk perolehan dana yang terkumpul dari jemaahnya—yang biasanya disebut “warga Shiddiqiyyah”—mencapai Rp2.615.895.000. Dan menurut Ny. Shofwatul, kemungkinan jumlah tersebut bakal terus bertambah.

Sebagai informasi, selama 19 periode santunan nasional sebelumnya, Shiddiqiyyah telah menyalurkan santunan senilai total sekitar Rp44 miliar. Itu belum termasuk santunan nasional ke-20 yang digelar Sabtu kemarin.

Sementara itu, sebagaimana data yang dilansir oleh Opshidmedia, besaran nilai santunan sejak tahun 2019 mengalami fluktuasi. Turun naik. Namun, jumlahnya tak pernah kurang dari Rp3 miliar. Rinciannya, sebagaimana dikutip dari Opshidmedia, adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2019: 24.111 paket dengan total nilai Rp3.743.285.386
  • Tahun 2020: 23.937 paket dengan total nilai Rp4.080.864.900
  • Tahun 2021: 25.077 paket dengan total nilai Rp4.209.339.000
  • Tahun 2022: 21.757 paket dengan total nilai Rp3.823.148.000
  • Tahun 2023: 18.859 paket dengan total nilai Rp3.397.944.050

Hajatan kali ini diselenggarakan untuk memperingati atau mensyukuri Maulud Nabi Muhammad Saw. Sekaligus memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-24 Dhibra dan dan HUT ke-40 Tarbiyatul Hifdzul Ghulam wal Banat atau THGB—sekolah khas Shiddiqiyyah.

Pos terkait