Bidik Belasan Ribu Penerima, Shiddiqiyyah Proyeksikan Dana Santunan Rp3 Miliar

Dokumentasi Suasana acara Santunan Nasional di Shiddiqiyyah Pusat, Ploso, Jombang, Jawa Timur, pada 21 September 2024. - Dok. OPSHIDMEDIA
Lembaga DHIBRA Thoriqoh Shiddiqiyyah menetapkan target santunan nasional sebesar Rp3 miliar di Ramadan 1447 H ini. Dana mandiri tersebut diproyeksikan menyasar belasan ribu yatim dan duafa.

Lembaga sosial Dhilaal Berkat Rohmat Alloh (DHIBRA) Thoriqoh Shiddiqiyyah menetapkan target penyaluran santunan nasional di Ramadan 1447 Hijriah ini. Nilai bantuan yang akan disalurkan diproyeksikan mencapai rentang Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar, yang menyasar belasan ribu anak yatim serta kaum duafa di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.

Berbeda dengan model penggalangan dana pada umumnya, seluruh target dana tersebut dihimpun murni dari iuran sukarela warga Shiddiqiyyah secara internal. Organisasi tegas melarang anggotanya meminta sumbangan di jalanan dan menjaga prinsip kemandirian filantropi yang menjadi identitas gerakan ini.

Proyeksi Penerima dan Validasi Data

Target penyaluran ini mencakup puluhan kabupaten dan kota di Indonesia, serta jangkauan internasional melalui perwakilan di Malaysia dan Australia. Guna memastikan ketepatan sasaran, DHIBRA menerapkan proses verifikasi data yang ketat terhadap calon penerima bantuan.

Bacaan Lainnya

Nurhadi, perwakilan Pengurus DHIBRA Pusat, menjelaskan bahwa fokus utama santunan diberikan kepada anak yatim dengan batasan usia maksimal 13 tahun.

“Data penerima terus kami perbarui. Jika tahun lalu keluarga tersebut sudah dianggap mampu, tahun ini penerimanya akan diganti. Batas usia anak yatim juga kami jaga ketat di 13 tahun agar sesuai dengan kriteria organisasi,” ujar Nurhadi dalam penjelasannya mengenai persiapan teknis penyaluran beberapa waktu lalu.

Komitmen Spiritual dan Dukungan Daerah

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kiai Moch. Muchtar Mu’thi, dalam beberapa kesempatan kerap memberikan tausiyah penguatan terkait aktivitas sosial ini. Ulama yang akrab disapa Kiai Tar itu menekankan bahwa memperhatikan nasib mereka yang kurang beruntung adalah perintah agama yang mutlak dan harus menjadi prioritas utama organisasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DHIBRA Pusat, Nyai Shofwatul Ummah, menyatakan bahwa dia berharap target santunan ini dapat segera terealisasi untuk membawa dampak sosial yang luas serta keberkahan bagi masyarakat di awal bulan suci.

Pos terkait