Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) bersama mahasiswa Buddhis dari tiga universitas di Surabaya membagikan 1.000 paket takjil kepada pengendara motor, Minggu (8/3/2026). Aksi ini merupakan bentuk mudita, atau turut berbahagia, menyambut Ramadan.
Sebanyak 1.000 paket takjil berisi air minum, kurma, roti, dan pisang dibagikan di kawasan Spazio, Surabaya, sore hari. Para pengendara motor yang melintas tampak antusias menerima takjil dari para pemuda Buddhis.
Kegiatan ini digagas oleh YBAI bersama Kalyanamitta dari Unit Kegiatan Kerohanian Buddhis Universitas Ciputra (UC), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Surabaya (Ubaya). Aksi sosial ini menjadi simbol toleransi dan kebersamaan lintas agama di bulan suci.
Mudita: Kebahagiaan Melihat Kebaikan Sesama
Ketua YBAI Limanyono Tanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan konsep mudita dalam ajaran Buddha. Mudita berarti turut berbahagia melihat kebahagiaan dan kebaikan orang lain.
“Kami sangat bermudita melihat teman-teman muslim menjalankan ibadah yang melatih moralitas dengan menahan haus dan lapar, melatih diri untuk tidak melakukan keburukan serta terus mengembangkan kebajikan selama bulan suci Ramadan,” terang Limanyono, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dalam Ramadan sangat selaras dengan Buddha Dharma. “Sudah sepantasnya kami muda-mudi Buddhis turut berdana berupa takjil untuk membantu saudara-saudari muslim yang sedang dalam perjalanan dan menghadapi kemacetan jelang berbuka,” ujarnya.
Kebahagiaan Melalui Aksi Nyata
Perwakilan mahasiswa Buddhis dari Ubaya, Eric Ricardo, mengungkapkan rasa bahagianya bisa terlibat dalam kegiatan berbagi ini. Menurutnya, aksi tersebut merupakan praktik nyata dari ajaran Buddha Dharma.
“Kami sangat senang bisa ikut serta dalam kegiatan berbagi takjil. Ini merupakan bentuk nyata dari praktik Buddha Dharma yang kami jalankan, yaitu memastikan semua makhluk hidup merasakan kebahagiaan melalui tindakan nyata seperti ini,” ujar Eric.
Harapan untuk Kebersamaan Lintas-Agama
Para peserta berharap momen sederhana ini mampu menumbuhkan kebersamaan dan keharmonisan lintas agama. Kegiatan berbagi takjil juga diharapkan menjadi ladang kebajikan bagi semua pihak yang terlibat.
Aksi serupa direncanakan akan terus dilakukan selama bulan Ramadan sebagai wujud nyata toleransi dan kepedulian sosial antarkomunitas agama di Surabaya.***





