Kemenag Jatim Sambut Rombongan Bhikkhu Indonesia Walk for Peace 2026

Indonesia Walk for Peace
Para Bhikkhu saat singgah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. - Humas Kanwil Kemenag Jatim
57 Bhikkhu dari berbagai negara berjalan kaki menuju Borobudur untuk Waisak. Kemenag Jatim sebut langkah mereka simbol nyata toleransi dan persatuan bangsa.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyambut rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 dalam persinggahan perjalanan kaki damai menuju Candi Borobudur, Jumat (15/5/2026).

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, menyebut kegiatan ini sebagai simbol nyata pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung antar sesama,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.

Bacaan Lainnya
57 Bhikkhu, Jalur Terpanjang 11 Hari

Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan terdiri dari 57 Bhikkhu dengan rentang usia peserta antara 23 hingga 67 tahun.

Perjalanan dipimpin Bhante Prakari dari Thailand. Rombongan memulai perjalanan dari Brahmavihara Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, dan akan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti Perayaan Waisak Nasional.

Jalur timur yang ditempuh merupakan rute terpanjang, membutuhkan waktu 11 hari melintasi berbagai kabupaten dan kota.

Salah satu peserta, Bhikkhu Beng An asal Malaysia, mengungkapkan keharuan atas sambutan masyarakat Indonesia sepanjang perjalanan.

“Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,” tuturnya.

Irwan menegaskan bahwa Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan semata, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat lintas agama, suku, dan budaya.***

Pos terkait