Disentil POROZ soal Iklan Zakat Provokatif, Indosat Akhirnya Minta Maaf dan Tarik Kampanye IM3

Viral iklan Indosat 'Jangan Angkat Telepon Zakat'. - Poroz
POROZ kritik keras iklan IM3 soal zakat. Indosat akhirnya tarik materi kampanye dan sampaikan permohonan maaf ke publik.

Keputusan penarikan materi promosi tersebut menjadi ujung penyelesaian dari polemik yang sempat memanas. Kampanye yang awalnya dirancang oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) sebagai bentuk edukasi kewaspadaan terhadap penipuan digital menjelang momentum Lebaran ini, justru berujung blunder lantaran diksi yang digunakan dinilai menyudutkan institusi pengelola zakat resmi.

​POROZ Kecam Narasi Provokatif Iklan IM3

​Materi iklan luar ruang dari merek IM3 baru-baru ini memicu polemik panas di tengah masyarakat. Baliho yang terpampang di sejumlah moda transportasi publik tersebut memuat pesan yang berbunyi: “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer“.

​Merespons narasi tersebut, Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) langsung melayangkan protes keras. Mereka menilai pesan kampanye itu terlalu provokatif dan berpotensi besar mencederai kepercayaan publik terhadap gerakan zakat nasional.

Bacaan Lainnya

​Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim, secara tegas menyayangkan pilihan redaksional yang Indosat gunakan. Ia mengkhawatirkan dampak buruk jangka panjang dari kampanye tersebut.

​”Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang amil resmi lakukan. Padahal, selama ini lembaga resmi bekerja mematuhi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011,” tegas Bukhori.

​Klarifikasi dan Permintaan Maaf Indosat

​Menyadari derasnya arus kritik dari lembaga pengelola zakat dan masyarakat, PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akhirnya mengambil langkah cepat. Perusahaan telekomunikasi ini resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menarik seluruh materi kampanye iklan tersebut.

​SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, langsung mengklarifikasi situasi yang berkembang. Ia menjelaskan bahwa perusahaan murni merancang kampanye tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang fitur anti-spam dan anti-scam.

​”Kami sampaikan bahwa perusahaan sama sekali tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok atau organisasi mana pun,” ujar Ovidia dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).

​Data Penipuan Sebagai Latar Belakang

​Lebih lanjut, Ovidia membeberkan alasan utama di balik inisiatif kampanye tersebut. Berdasarkan data internal operator, kasus penipuan digital selalu menunjukkan tren yang meresahkan menjelang momen Lebaran.

​Pada periode Ramadan tahun 2025 lalu, Indosat mencatat lonjakan kasus penipuan digital hingga 34,7 persen. Pelaku kejahatan paling banyak memanfaatkan aplikasi WhatsApp dengan angka mencapai 89 persen, sementara 64 persen lainnya melancarkan aksi melalui panggilan telepon reguler. Fakta inilah yang mendorong Indosat membuat peringatan terkait potensi penipuan yang kerap mengatasnamakan aktivitas zakat.

​Tarik Iklan dan Buka Ruang Kolaborasi

​Meski berniat baik untuk melindungi pelanggan, Indosat secara jantan mengakui bahwa narasi mereka keliru dan memicu kesalahpahaman. Sebagai bentuk tanggung jawab penuh, Ovidia memastikan timnya telah menghentikan dan menarik seluruh materi komunikasi kampanye tersebut dari semua kanal.

​Sebagai langkah perbaikan ke depan, Indosat menyatakan keterbukaannya untuk menjalin kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat resmi. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman penipuan digital, sekaligus menjaga kredibilitas penyaluran zakat di Indonesia tetap utuh.***

Pos terkait