Amerika Serikat memastikan tidak akan menyerang sektor energi Iran dan menyebut serangan ke gudang minyak Teheran dilakukan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah meluas ke infrastruktur energi kawasan.
Sebelum serangan ke gudang minyak Teheran, konflik telah memanas setelah AS menuduh Iran menyerang dua kapal tanker minyak di Laut Merah pada Selasa (3/3/2026). Gedung Putih merilis pernyataan keras yang menyebut Iran telah “menyeberangi garis merah” dengan menyerang infrastruktur energi global.
“Serangan terhadap kapal tanker di perairan internasional adalah tindakan perang,” ujar Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, saat konferensi pers, Rabu (4/3/2026).
AS kemudian melancarkan serangan balasan pada Kamis (5/3/2026) dini hari yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Pulau Kharg, fasilitas ekspor minyak terbesar Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 68 personel IRGC dan melukai lebih dari 300 lainnya.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik jarak jauh ke pangkalan militer AS di Irak pada Jumat (6/3/2026). Serangan rudal Iran melukai puluhan tentara AS dan memicu kekhawatiran perang terbuka yang lebih luas.
Pada Sabtu (7/3/2026), Israel menyerang gudang penyimpanan minyak di sekitar Teheran. Serangan ini merupakan serangan pertama terhadap fasilitas energi sejak konflik meletus.
AS Buka Tangan Soal Serangan ke Infrastruktur Energi
Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana menargetkan industri minyak dan gas Iran. Pernyataan ini disampaikan kepada CNN, Minggu (8/3/2026), sehari setelah serangan Israel ke Teheran.
“AS tidak menargetkan infrastruktur energi apa pun. Tidak ada rencana menargetkan industri minyak Iran, industri gas alam mereka, atau apa pun tentang industri energi mereka,” ujar Wright.
Menanggapi serangan Sabtu lalu, Wright menilai aksi tersebut berskala terbatas dan secara tegas menunjuk Israel sebagai pelaku. “Ini serangan Israel, ini depot bahan bakar lokal untuk mengisi tangki gas,” ujarnya, dikutip dari kantor berita AFP.





