17 SPPG di Jatim ‘Disuspend’, Emil Dardak: Masih Ada 17 Unit Lain Dievaluasi

SPPG di Jatim
Pelaksanaan MBG di Surabaya. - Samudrafakta/Maruroh
Badan Gizi Nasional (BGN) menyuspend 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur karena tidak sesuai standar mutu operasional selama Ramadan. Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut masih ada 17 unit lain yang tengah dievaluasi.

KOSONGSATU.ID—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan, namun dengan sejumlah penyesuaian. Badan Gizi Nasional menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan MBG Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Dalam aturan tersebut, distribusi MBG selama Ramadan hanya dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis dengan jam layanan pukul 08.00–09.00 WIB dan 11.00–12.00 WIB . Makanan diberikan dalam bentuk paket kemasan sehat yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa SPPG harus benar-benar mengikuti panduan yang ditetapkan BGN. “Jangan memilih makanan yang berisiko cepat basi. Katakan saja buah, pastikan buah itu isinya masih segar,” terangnya, dikutip Minggu (8/3/2026).

Bacaan Lainnya
17 SPPG Disuspend, Tersebar di 8 Kabupaten

Sebanyak 17 SPPG di Jawa Timur resmi dihentikan sementara operasionalnya oleh BGN karena dinilai tidak memenuhi standar mutu . Rinciannya sebagai berikut:

  • 4 SPPG di Sumenep
  • 3 SPPG di Jember
  • 3 SPPG di Banyuwangi
  • 2 SPPG di Ngawi
  • 2 SPPG di Bojonegoro
  • Masing-masing 1 SPPG di Nganjuk, Situbondo, dan Madiun

Tiga SPPG di Jember yang terkena suspend berlokasi di Kecamatan Balung, Puger, dan Tempurejo. Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku malu atas sanksi tersebut. Penyebabnya karena menu MBG Ramadan yang dinilai minimalis dan anggarannya di bawah ketentuan.

Sementara itu, tiga SPPG di Banyuwangi yang disuspend adalah SPPG Boyolangu (Kecamatan Giri), SPPG Cluring (Kecamatan Cluring), dan SPPG Sumberagung (Kecamatan Pesanggaran). Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menyebut faktor penangguhan meliputi manajemen dapur, mekanisme distribusi, higienitas, hingga kualitas menu.

Pos terkait