Sekitar 15.000 jamaah memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya untuk mengikuti qiyamul lail dan i’tikaf pada malam 23 Ramadan 1447 H. Ibadah berlangsung khusyuk sejak dini hari hingga menjelang sahur.
I’tikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan. Sekitar 15.000 jamaah menyemarakkan Shalat Malam 23 Ramadan 1447 H di ruang utama Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) pada Kamis (10/3/2026) malam sejak pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Sejak selepas salat Isya dan tarawih, para jamaah mulai berkumpul di dalam masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah malam. Suasana masjid tampak khusyuk ketika para peserta memulai i’tikaf.
Para peserta i’tikaf mengisi malam dengan berbagai amalan seperti salat malam atau qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa. Rangkaian ibadah tersebut dilakukan secara bergantian hingga menjelang waktu sahur.
99 Relawan GenZI Sambut Jamaah
Ketua Remas-GenZI MAS Maula Azka menjelaskan pihaknya telah menyiapkan 99 Generasi Z Islami (GenZI) untuk menyambut dan membantu jamaah qiyamul lail yang beribadah di MAS pada 10 hari terakhir Ramadan (21–30 Ramadan 1447 H).
“Sebagai masjid yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan, khususnya generasi muda, kami dari komunitas Remaja Masjid dan GenZI MAS menggagas aksi ‘99 GENZI Siap Sambut Tamu Qiyamullail Ramadan’ di MAS,” kata alumni UINSA Surabaya itu, Kamis (13/3/2026) malam.
Menurut dia, program 99 relawan GenZI ini digagas sebagai pesan bahwa Masjid Al-Akbar bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang terbuka bagi generasi muda untuk berkontribusi.
Dengan demikian, kehadiran GenZI diharapkan memperkuat citra masjid sebagai tempat yang ramah bagi semua kalangan, termasuk generasi Z.
Seleksi dari Ratusan Pendaftar
Remas-GenZI MAS telah merekrut relawan melalui proses seleksi dari lebih dari 200 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terpilih 99 GenZI yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Lamongan, Tuban, dan sejumlah wilayah lainnya.
Dalam pembekalan kepada para relawan qiyamul lail, Humas MAS H. Helmy M. Noor menjelaskan bahwa tugas utama mereka adalah melayani jamaah yang beribadah pada malam hari selama 10 hari terakhir Ramadan.
“InSya-Allah, pengalaman melayani jamaah Masjid Al-Akbar pada saat banyak orang tidur malam itu akan menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Bahkan sikap tulus mereka bisa jadi akan diganjar dengan mereka bisa menjadi tamu Allah di Tanah Suci,” tandasnya.***





