Mantan Ketua Jam’iyyah Ahlu Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya resmi membentuk organisasi bernama Perkumpulan Ahlith Thoriqoh Al Mutabarah An Nahdliyyah (Patman).
Patman diketahui telah didaftarkan menjadi badan hukum dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2019.
Di dalam SK itu, terlampir Susunan Organ Perkumpulan yang menempatkan Muhammad Luthfi Ali atau Habib Luthfi sebagai Ketua Umum PATMAN, Mashudi sebagai Sekretaris Umum, dan Bambang Irianto sebagai Bendahara Umum.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Amin Said Husni menyatakan jika Patman ini berbeda dengan Jatman. Keduanya adalah entitas organisasi yang berbeda. Jika Jatman merupakan organisasi badan otonom NU, kata Amin Said, Patman sama sekali tak ada kaitannya dengan Perkumpulan NU.
“Yang satu itu adalah Jam’iyyah Ahlu Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah yang merupakan badan otonom NU, dan yang kedua Perkumpulan Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyah yang didirikan Habib Luthfi. Perkumpulan ini sudah berdiri sejak 2019, tapi PBNU baru tahu dokumennya beberapa hari belakangan ini,” kata Amin Said, dikutip dari NU Online, Selasa, 17 Desember 2024.
Amin menjelaskan, dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) Jatman disebutkan bahwa organisasi para ulama tarekat ini adalah badan otonom NU. Sementara di dalam Anggaran Dasar Patman yang didirikan Habib Luthfi, sama sekali tidak menyebut NU.
“Jadi, (Patman) enggak ada kaitannya sama sekali dengan NU. Itu artinya, ini merupakan dua organisasi yang berbeda. Yang satu adalah badan otonom NU, yang satu adalah badan hukum tersendiri,” ungkap Amin Said.
Amin Said menegaskan bahwa ketika Habib Luthfi dan Kiai Mashudi mendaftarkan pendirian PATMAN ke notaris dan kemudian mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham, itu berarti mereka mendirikan organisasi baru dalam bentuk Perkumpulan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan NU.
“Karena di anggarannya sama sekali tidak menyebut-menyebut NU, sekalipun orang-orangnya sama, tetapi kan bukan soal orangnya, tapi soal organisasinya. Orangnya sama, tapi tidak berarti kemudian organisasi itu satu,” kata Amin Said.***





