Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, PBNU mengambil alih kongres Jamíyyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) karena ada sejumlah pimpinan organisasi tarekat itu yang mendaftarkan JATMAN ke Kemenkumham sebagai organisasi sendiri dan terpisah dari PBNU.
“Nah, (pendaftaran ke Kemenkumham) ini tidak ada komunikasi, bahkan dengan cabang-cabang JATMAN juga tidak tahu,” kata Yahya, dikutip dari sebuah video yang diunggah akun instagram @gmnu, Ahad, 22 Desember 2024.
Yahya juga menerangkan jika masa khidmah pengurus JATMAN selesai pada 2023. Namun, hingga 2024, badan otonom (banom) NU itu tidak melakukan langkah apa-apa.
Maka dari itu, kata Yahya, PBNU memfasilitasi pertemuan antara pimpinan Idaroh Aliyah (pengurus pusat) dan Idaroh Wushto (pengurus wilayah) JATMAN. Pertemuan itu, menurut Yahya, juga membahas soal kontroversi di dalam JATMAN.
Yahya menambahkan, dari pertemuan tersebut, dicapailah kesepakatan JATMAN diserahkan ke PBNU. Berangkat dari kesepakatan itulah PBNU memutuskan untuk mengambilalih kongres JATMAN.
“Tujuannya apa? Supaya ini jadi satu. JATMAN itu bukan organ terpisah yang bisa jumpalitan sendiri, tanpa harus koheren dengan NU. Itu tidak boleh. Jangan dipreteli, itu maksudnya, ya,” ujar Yahya.
Sebagaimana diketahui, PBNU menggelar Kongres JATMAN di Boyolali, Jawa Tengah, pada 21-22 Desember 2024. Kongres digelar setelah PBNU membekukan kepengurusan Habib Luthfi bin Yahya. Dalam Kongres Boyolali, lahir keputusan memilih KH. Achmad Chalwani sebagai Rais ‘Aali dan KH. Ali Masykur Musa Mudir ‘Aali dalam Pengurus Pusat JATMAN 2024-2029.
Sekretaris Lajnah Advokasi dan Bantuan Hukum JATMAN Periode 2018-2023, Eman Sulaeman, menyebut Kongres JATMAN oleh PBNU itu ilegal. Dia menegaskan punya alasan hukum yang mendasari pernyataannya.
Terkait tudingan ilegal itu, Yahya mengaku sudah mengomunikasikan perihal kongres itu. Rais ‘Aam PBNU, kata dia, sudah mengirim Rais Syuriah PBNU menghadap ke pimpinan JATMAN. “Bukan sekali, tapi sampai dua kali,” kata Yahya.
Sementara itu, dalam konferensi pers di gedung PBNU Pusat, Jakarta, Senin, 23 Desember 2024, Mudir ‘Aali JATMAN versi Kongres PBNU, Ali Masykur Musa, mengatakan siap merangkul semua tingkatan untuk terlibat langsung dalam kepengurusan JATMAN.
“Kami menyusun kepengurusan secara lengkap. Intinya, pengurus dari semua tingkatan yang berkenan untuk membangun dan mengabdikan dirinya pada JATMAN akan kita rangkul semuanya, termasuk pengurus dari idaroh Aliyah di bawah kepemimpinan Habib Lutfi bin Yahya akan kita ajak menjadi pengurus pada periode 2024-2029,” kata Ali.***





