JAKARTA — Di ulang tahunnya ke-78, data Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk kesekian kalinya dibobol peretas. Bukan yang pertama kali terjadi di institusi polisi.
Situs milik polri tercatat pernah di-deface atau diretas untuk situs judi online, hingga data anggota dicuri. Bahkan, database personel Polri pernah dijual di forum internet RaidForum dengan bebas oleh pelaku yang mengaku bernanama “Stars12n”. Pada forum tersebut juga diberikan sampel data untuk bisa di-download dengan gratis.
Berikut ini riwayat peretasan data milik Polri, dirangkum Samudra Fakta dari berbagai sumber:
Tahun 2020
Pada tahun 2020, kabar pembobolan server Polri disampaikan oleh akun twittter @secgron. Founder of Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, yang merupakan pemilik akun Twitter @secgron, mengaku telah menemui penyidik Bareskrim Polri pada 17 Juni 2020 terkait cuitan informasi server data anggota Polri telah dibobol hacker.
Dalam cuitan tersebut juga dilampirkan hasil peretasan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut.
“Halo @DivHumas_Polri saatnya berbenah. Seseorang mengklaim sudah berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Orang ini kemudian dengan mudahnya bisa mengakses, mencari dan mengganti data anggota Polri tersebut. Contohnya ini, baru mutasi ke Densus 88 eh datanya udah bocor,” tulis akun Twitter tersebut.
Bahkan, diinformasikan bahwa akses ke aplikasi untuk mengakses dan mengganti data tersebut dijual seharga USD1.200 atau setara dengan Rp17 juta. Sementara untuk informasi bug pada aplikasi tersebut dijual seharga USD2.000 USD atau setara Rp28,5 juta.
Tahun 2021
Database Kepolisian diduga mengalami kebocoran, berdasarkan unggahan akun twitter @son1x777 pada 17 November 2021. Sekitar 20 elemen data pribadi diduga bocor, termasuk beberapa data pribadi yang bersifat sensitif, dengan tingkat ancaman risiko tinggi bagi subjek data.
Data pribadi yang bocor meliputi nama, Nomor Register Pokok (NRP), pangkat, tempat dan tanggal lahir, satuan kerja, jabatan, alamat, agama, golongan darah, suku, email, hingga nomor telepon.
Pelaku peretasan atau hacker yang mengaku berasal dari Brasil itu mengklaim telah membobol data Polri.
Data yang dibobol diduga merupakan daftar pelanggaran para anggota Polri. Akun X @son1x666, mengaku telah membobol data tersebut.





