Polri Siagakan Brimob Antisipasi Krisis Energi, Apa yang Bakal Terjadi?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (21/4/2026). ISTIMEWA
7.000 personel elite Brimob dikumpulkan serentak — dan alasannya berkaitan langsung dengan harga BBM di pompa bensin Anda.

Tujuh ribu personel Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri berkumpul di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (21/4/2026). Bukan untuk upacara biasa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung untuk memberi perintah: bersiaga menghadapi potensi gejolak sosial yang dipicu krisis energi global.

Sumber ancamannya bukan dari dalam negeri — melainkan dari konflik bersenjata di Timur Tengah yang kini mengguncang pasokan minyak dunia.

Bacaan Lainnya
Pangkal Masalah: Selat Hormuz

Sejak akhir Februari 2026, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas hingga ke Lebanon. Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz — jalur yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

“Dampaknya terhadap energi yang sangat luar biasa dan ini tentu akan mengganggu sendi-sendi dan stabilitas ekonomi di semua negara termasuk tentunya Indonesia,” kata Sigit dalam Rapat Kerja Teknis Korbrimob Polri, Selasa.

Sejumlah negara di kawasan sudah menetapkan status darurat energi nasional dan memberlakukan kebijakan kerja dari rumah untuk menekan konsumsi bahan bakar. Indonesia, kata Sigit, mulai menerapkan skema kerja campuran sebagai langkah antisipasi.

Skenario yang Ditakutkan

Di dalam negeri, kenaikan harga BBM dan elpiji nonsubsidi sudah mulai terasa. Polri mewaspadai efek berantainya: harga kebutuhan pokok ikut naik, daya beli masyarakat tergerus, dan tekanan sosial meningkat.

“Tentunya ini akan menimbulkan reaksi, akan menimbulkan potensi terjadinya eskalasi yang meningkat khususnya terkait dengan masalah keamanan di dalam negeri,” ujar Sigit.

Sejarah mencatat, setiap kenaikan harga BBM bersubsidi di Indonesia kerap berujung pada demonstrasi massal. Kali ini Polri tak mau kecolongan.

Sigit memerintahkan seluruh personel Brimob mengintensifkan latihan, simulasi, dan evaluasi. Ia juga meminta sinergi dengan TNI diperkuat guna menghadapi eskalasi yang diprediksi terus berkembang.

Pos terkait