Saat itu, Polri membantah kabar tersebut. Dikutip dari humas.polri.go.id, Polri memastikan tak ada kebocoran data anggota. Sebelumnya, kata pihak Polri waktu itu, menyeruak isu hoaks tentang kebocoran data pribadi 26 juta anggota polisi yang beredar di internet.
“Hasil asesmen dari Div TIK data tersebut tidak bocor. Data bocor itu adalah hoaks,” ujar Kadiv Humas Polri ketika itu, Irjen Dedi Prasetyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/9/2022).
Dedi menjelaskan, data yang beredar tersebut merupakan data usang dari tahun 2016. Menurut Dedi, data yang dimaksud juga tergolong umum dan dapat ditemukan dengan mudah di internet.
“Data usang tahun 2016 yang lalu dan itu bisa didapatkan di internet,” tuturnya.
Tahun 2024
Paling mutakhir, kelompok hacker bernama Star06 (dibaca: Star Six) mengklaim telah membobol data Polri. Informasi ini disampaikan oleh pemilik akun Instagram @Realmrbert.
“Kalian dalam bahaya. Hari ini dikeluarkan kebocoran data dari data personel hingga dokumen sensitif,” ujar @Realmrbert, dikutip Senin (1/7/2024).
Ia mengungkap bahwa informasi ini sudah beredar di dark web dan datanya sudah dibocorkan–mulai dari data personel polisi hingga dokumen rahasia.
“Secret official document sudah jebol teman-teman, tinggal dibeli aja. Dan itu fresh data lagi. Data itu disebarkan oleh hacker bernama Star Six,” ungkap pria yang berprofesi sebagai Penasihat Keamanan Siber ini.*





