“You just got hacked b****!” cuit akun yang mengaku berasal dari Brasil tersebut, pada Rabu (17/11/2021).
Akun tersebut menyertakan tiga situs dalam unggahannya. Salah satu situs menampilkan pesan dan diduga daftar pelanggaran para anggota Polri. Daftar tersebut dilengkapi nama, pangkat, satuan kerja, jabatan terakhir, alamat, suku, dan jenis hukuman yang didapat.
Masih dalam tampilan daftar pelanggaran anggota Polri, hacker tersebut menyampaikan pesan bahwa aksi pembobolan data itu dia lakukan sendirian.
“Saya melakukan ini karena saya tidak mendukung pemerintah dan bagaimana mereka memperlakukan rakyatnya sendiri,” tulisnya.
Hacker tersebut mengaku banyak orang Indonesia yang menghubunginya dan menceritakan situasi kehidupannya. Itu sebabnya hacker tersebut membantu mereka semampunya.
“Jadi inilah alasan saya melakukan kebocoran ini,” ujar dia, seperti dikutip Tempo.co.
Tahun 2022
Pada tahun 2022, seorang pengguna bernama Meki memposting thread di Breached Forum ’26M Database National Police Identity of Indonesia Republic.
Data ini diklaim dibobol pada bulan September 2022. Total ada 26.263.105 dokumen dalam data tersebut, mencakup nama, pangkat, nomor pegawai (NRP), jabatan dan nomor telepon.
“The Indonesian National Police have spent a lot of money just to build servers or simple websites (because they don’t care about vulnerabilities in the websites they manage),” tulis Meki.





