JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR RI menyatakan menemukan dugaan ‘permainan’ antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan agen travel dalam pengeloaan kuota haji plus—kadang disebut ‘percepatan haji’. Di sisi lain, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan keberadaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam upaya Pansus.
Menurut anggota Pansus Haji DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, setelah Pansus memanggil sejumlah perusahaan travel yang bekerja sama dengan Kemenag, pada hari Senin (2/9/2024), terungkap fakta bahwa dalam pelaksanaan haji 2024, banyak jemaah yang baru mendaftar menjelang pelaksanaan haji, namun langsung diberangkatkan ke Tanah Suci tanpa menunggu.
Sementara, di sisi lain, calon jemaah yang mendaftar sebelum jemaah ‘haji percepatan’ itu masih harus menunggu puluhan tahun—bahkan ada yang masuk daftar tunggu hingga 45 tahun.

Beberapa perusahaan travel mitra Kemenag tersebut dimintai keterangan oleh Pansus dalam rapat dengan pendapat (RDP) yang digelar secara tertutup pada Senin (2/9/2024). Pertemuan berlangsung tertutup menyusul adanya informasi beberapa saksi dan anggota Pansus mendapatkan tekanan dari pihak tertentu.
Berdasarkan informasi yang diterima Samudra Fakta, dalam RDP tersebut, Pansus mendapatkan fakta bahwa beberapa travel mitra Kemenag memberangkatkan calon jemaah yang baru mendaftar pada tahun 2024. Mereka adalah:
- PT Aminareka Perdana, yang memberangkatkan 17 jemaah yang baru mendaftar;
- Travel Muhibbah memberangkatkan 144 jemaah haji plus;
- Maktoer 92 jemaah;
- Albayan 99 jemaah;
- Asa mulia 77 jemaah;
- Muhibbah Mutia Wisata 147 jemaah;
- Pesona Muzaik 117 jemaah; dan
- Al Hijaz 99 jemaah.
Dengan demikian, menurut temuan sementara Pansus Haji, ada sekitar 792 jemaah haji plus yang baru mendaftar pada tahun 2024 dan langsung berangkat.
”Artinya daftarnya di tahun 2024 langsung bisa berangkat, sementara mereka ada yang miliki daftar antrean berangkat pada tahun 2025-2029, namun tidak mendapatkan prioritas dari Kemenag,” kata Marwan, Senin (2/9/2024).
Sementara pada tahun 2023, sebagaimana temuan Pansus, ada sekitar 169 jemaah yang mendaftar dan langsung berangkat pada tahun 2024. Dengan demikian, menurut temuan sementara, ada sekitar 961 jemaah yang mendaftar pada tahun 2023 dan 2024, yang bisa berangkat haji tanpa harus menunggu lama.Marwan menduga, ada ”permainan” di balik keberangkatan khusus tersebut. “Permainan” yang dimaksud, kata Marwan, terjadi pada masa pelunasan, yang waktunya hanya tiga hari.
Caranya, Marwan menerangkan, pihak travel haji mendapatkan surat edaran dari Kemenag untuk mengisi kuota tahunan. “Kemudian, ada edaran untuk pengisian kouta baru yang di dalamnya sudah ada nama jamaah dan identitas lainnya. Nah, waktu pelunasan yang diberikan hanya tiga hari. Di sinilah diduga ada ‘main mata’ antara travel haji dan Kemenag untuk memberangkatkan jemaah haji plus yang nol tahun, alias tanpa antrean,” duga Marwan.





