Implikasi bagi Kepentingan Indonesia
Dina menilai tindakan AS mencerminkan standar ganda dalam penegakan hukum internasional. Di satu sisi, Maduro ditangkap meski dilindungi doktrin imunitas kepala negara. Di sisi lain, AS justru memberi sanksi kepada hakim ICC dalam kasus Netanyahu.
Bagi Indonesia, preseden ini dinilai berimplikasi langsung terhadap kepentingan nasional dan posisi diplomatik jangka panjang. Jika kriminalisasi politik oleh negara kuat menjadi praktik yang dinormalisasi, prinsip perlindungan terhadap negara-negara Global South akan terkikis.
“Ketidaktegasan bukanlah posisi netral, melainkan bentuk kerentanan geopolitik,” tegas Dina.
Ia menyarankan pemerintah Indonesia berani bersikap kritis terhadap tindakan sepihak AS, bukan semata demi solidaritas ideologis dengan Venezuela, tetapi sebagai bagian dari kepentingan strategis menjaga tatanan internasional yang berkeadilan.
Sebelumnya, Kemlu RI menyatakan pentingnya menghormati kedaulatan Venezuela dan hak rakyatnya menentukan masa depan bangsa, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pihak AS, melalui pernyataan resmi di akun X MoFA Indonesia, Senin (5/1/2026).***





