Ketegangan AS–Venezuela memuncak. Presiden AS Donald Trump kerahkan jet F-35 dan kapal perang ke Karibia, sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersumpah rakyatnya siap angkat senjata jika AS menyerang.
__________
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap kartel narkoba di Venezuela. Menurut laporan CNN, Trump telah mengirim 10 jet tempur F-35 ke Puerto Riko, sebagai bagian dari persiapan operasi di Negeri Telenovela itu.
Langkah tersebut menyusul serangan AS pada Selasa, 29 Agustus 2025, terhadap sebuah kapal yang diduga mengangkut narkoba dari Venezuela. Serangan tersebut dinilai sebagai eskalasi signifikan kampanye pemerintahan Trump melawan kartel narkoba, sekaligus memberi sinyal tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Trump menolak menjawab tegas saat ditanya soal perubahan rezim di Venezuela. “Namun, kita berbicara tentang fakta bahwa [Venezuela] telah menyelenggarakan pemilu, yang merupakan pemilu yang sangat aneh,” ujarnya, Jumat, 5 September 2025.
AS menempatkan kapal bersenjata rudal Tomahawk, kapal selam serang, pesawat tempur, serta lebih dari 4.000 marinir di dekat Venezuela. Washington juga menggandakan hadiah penangkapan Maduro menjadi USD50 juta, dengan tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkotika.
Menanggapi agresivitas Trump, Maduro pun memperingatkan negaranya siap melancarkan perlawanan bersenjata. “Saat ini, kami masih berjuang tanpa senjata. Namun, setiap serangan akan memicu perlawanan rakyat melawan agresi,” kata Maduro, Jumat, 5 September 2025.
Ketegangan meningkat setelah dua jet F-16 Venezuela bermanuver di atas kapal perang AS. Trump menyebut tindakan itu berbahaya, sementara Departemen Perang AS menyebutnya sangat provokatif.
Maduro mendesak AS menghentikan rencana perubahan rezim di Amerika Latin dan Karibia. Meski demikian, ia menegaskan Venezuela tetap terbuka untuk berdialog.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, menyebut bahwa pengerahan F-35 ke Puerto Riko sebagai ancaman nyata. Ia menuding, Washington menggunakan dalih perang narkoba sebagai alasan untuk menekan Caracas.





