“Omon-omon” Sama Pentingnya dengan Kerja, Kerja, Kerja

‘Omon-omon’ ternyata juga merupakan salah satu kosa kata dari bahasa Uzbekistan yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti jaga keselamatan. Sementara itu, dalam bahasa Bugis Makassar, kata omon-omon sering digunakan untuk memulai suatu pembicaraan dari hal hal ringan yang sifatnya gossip sampai hal urusan yang serius.

Omon-omon maksudnya omong-omong dalam bahasa Indonesia sudah menjadi absah ketika hal tersebut diterima dalam dialektika tradisi ke seharian masyarakat Bugis Makassar. Sedangkan omon-omon dalam Bahasa Batakberarti hiasan perempuan pada pesta perkawinan.

Omon-omon juga merupakan salah satu bahasa sandi di lingkungan kepolisian, percakapan para petugas keamanan (Security) lewat Handy Talky (HT). Misal omon-omon dengan Wilis Garut, maksunya sedang ngobrol dengan WarGa.

Bacaan Lainnya

Waketum Gerindra, Fadli Zon, sebagaimana pernyataannya pada Ahad (7/1/2024) sepakat dengan pernyataan sang Ketum bahwa pemimpin tak hanya kuat dalam perang narasi. Fadli menyandingkan omon-omon dengan istilah text book thinker yang pernah diperkenalkan oleh Presiden RI pertama, Soekarno.

Sebagai informasi, Bung Karno pernah menyampaikan pidatonya, dalam dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok Kedua di Kairo, pada 5–10 Oktober 1964: “Sejumlah negara-negara telah menjalankan politik bebas dalam hubungan internasional mereka, karena keinginannya untuk tidak menjadi bangsa-jiplakan (copy-nations) atau pemikir menurut textbook (textbook-thinkers) – seperti yang sering dikatakan – maupun “yes-man”, yang, terikat kepada kesulitan-kesulitan di Eropa dan konflik-konflik di Eropa, – seperti saya ingat pernah dikatakan oleh Sri Jawaharlal Nehru, semoga Tuhan Yang Maha Esa mengantarkan arwahnya ke alam perdamaian!

Mereka berkumpul di Beograd untuk mengkoordinasikan dan menghimpun kekuatan moril mereka agar dapat mempengaruhi sumber-sumber ketegangan dan konflik di dunia, untuk kepentingan kemerdekaan bangsa-bangsa, perdamaian yang kekal dan keadilan sosial”.

Pos terkait