JAKARTA—Dalam debat capres pada Ahad (7/1/2024), calon presiden (capres) Ganjar Pranowo membahas masalah pertahanan negara sebagai salah satu tema yang dilontarkannya kepada capres Prabowo Subianto—sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) maupun capres. Namun, Prabowo tidak menjawabnya secara lugas, melainkan mengajak capres Ganjar bertemu di luar forum debat. Alasannya, menurut Prabowo, waktunya tidak cukup untuk menjelaskan. Sementara menurut Presiden Jokowi, tidak semua data pertahanan negara bisa dibuka kepada publik.
Dalam Debat Capres itu, Prabowo menyebut bahwa data terkait pertahanan yang dipaparkan Ganjar saat debat tidak benar. Karena itulah Ganjar meminta Prabowo untuk membantah datanya. Ganjar juga mengizinkan jika ada staf Prabowo yang mau membantu menunjukan data yang dinilainya benar.
Ganjar mempertanyakan skor global peace index dari Institute Economics and Peace yang mengalami penurunan. Selain itu, ia juga mempertanyakan kapabilitas militer Indonesia, proporsi anggaran pertahanan, serta capaian Minimum Essential Force (MEF) yang juga turun.
Menjawab pertanyaan Ganjar, Prabowo menjelaskan bahwa anggaran pertahanan sempat terganggu oleh pandemi Covid-19, sehingga setiap kementerian diminta untuk melakukan refocussing anggaran. Selain itu, banyak anggaran Kemenhan yang diajukan, tetapi tidak disetujui oleh Menteri Keuangan. Prabowo juga menyinggung soal pesawat bekas hingga alutsista lainnya.
“Jadi banyak data, Bapak. Mungkin niat Bapak baik, tapi mungkin tim Bapak, staf Bapak itu keliru memberi masukan. Jadi, dalam alat perang, saya katakan, bukan baru dan bekas, tapi usianya. Kalau pesawat, flying hours. Dan tentunya kita pasti mau yang terbaik untuk prajurit kita. Ya, tapi kita harus loyal kepada yang lebih besar, Covid, ada krisis Ukraina, pangan naik, BBM naik,” jelas Prabowo.
Namun, jawaban Prabowo itupun dinilai oleh Ganjar tidak menjawab pertanyannya. Menurut Ganjar, Prabowo justru menjawab hal lain yang tidak dia tanyakam.
“Maaf, kali ini bapak sama sekali tidak menjawab pertanyaan saya, Pak. Saya pengen data yang Bapak katakan salah, data pertahanan saya ini, silakan Anda bantah di sini. Bapak tidak mampu menjawab dan Bapak menjawab pesawat bekas. Saya tidak pernah berbicara pesawat bekas dalam pertanyaan saya,” ujar Ganjar.
Ganjar pun menilai tudingan Prabowo yang menyebut data yang dimilikinya keliru tak terbukti. Sedangkan Prabowo mengaku bisa membantah data-data Ganjar. Namun, menurut Prabowo, karena keterbatasan waktu, dia tak bisa menunjukan data-data bantahan yang dia miliki.
“Ya, jadi begini, yang Bapak ungkapkan itu saya bisa bantah, (tapi) waktunya tidak cukup. Saya siap berjumpa dengan Bapak. Mari kita bahas satu per satu akan saya buktikan,” kata Prabowo.
Tapi Ganjar menolaknya. Ia meminta agar data bantahan dari Prabowo dapat ditunjukan saat debat. “Saya butuh hari ini, Pak,” ujar Ganjar.
Prabowo pun mengaku tidak bisa memberikan data itu karena waktu debat terbatas. Bahkan ia menuding Ganjar tidak fair jika tetap meminta penjelasan data saat itu juga.
“Ooo, enggak bisa, saya tidak dikasih waktu. Jadi Anda tidak fair. Anda minta saya kasih penjelasan yang begitu rumit, tapi waktu saya terbatas. Jadi, saya transparan,” kata Prabowo.





