Nyeker di Pasar? Awas Leptospirosis Mengintai

Jalan bertelanjang kaki di kubangan air ternyata berbahaya bagi kesehatan. Foto dibuat SORA-SF
Jalan-jalan tanpa alas kaki alias nyeker mungkin terasa nyaman bagi sebagian orang. Apalagi jika hanya keliling pasar tradisional atau sekitar rumah. Tapi hati-hati, kebiasaan ini bisa jadi pintu masuk penyakit berbahaya: leptospirosis.

______

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya berasal dari urin hewan terinfeksi, terutama tikus. Bakteri itu bisa bertahan di tempat lembap, seperti genangan air, lumpur, atau saluran air kotor—lingkungan yang mudah ditemukan di pasar tradisional.

Ketika kaki tanpa alas menyentuh area tercemar, bakteri bisa masuk lewat luka kecil atau bahkan pori-pori kulit yang sehat, terutama jika terkena air kotor dalam waktu lama. Risiko langsung meningkat jika kaki nyentuh lumpur atau air yang mengandung urin tikus.

Bacaan Lainnya
Gejalanya Mirip Flu

Gejala leptospirosis menurut laman Kementerian Kesehatan, kerap bikin bingung karena mirip flu. Penderita biasanya mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot (khususnya betis dan punggung), mata merah, mual, muntah, diare, hingga mata dan kulit menguning. Dalam kasus berat, infeksi ini bisa menyerang ginjal, menyebabkan meningitis, bahkan berujung kematian jika terlambat ditangani.

Sayangnya, banyak pasar tradisional di Indonesia masih menghadapi persoalan sanitasi. Genangan air, saluran mampet, dan sampah menumpuk jadi tempat favorit bakteri berkembang. Tikus juga mudah dijumpai di lokasi tersebut.

Jangan Remehkan Pencegahan

Cara mencegahnya sebenarnya mudah, tapi sering diabaikan. Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan alas kaki saat berada di luar rumah.

  2. Hindari menyentuh air atau lumpur tanpa pelindung.

  3. Jaga kebersihan lingkungan dari tikus dan genangan.

  4. Segera cuci kaki dengan sabun jika terkena air kotor atau banjir.

  5. Periksakan diri ke puskesmas jika muncul gejala setelah kontak dengan lingkungan berisiko.

Leptospirosis kerap dijuluki penyakit seribu wajah karena sulit dikenali. Gejalanya bisa menyerupai demam berdarah atau tifus, sehingga banyak pasien baru mendapat penanganan ketika kondisi sudah parah.

Nyeker mungkin terlihat sepele. Tapi di tempat yang penuh risiko seperti pasar, kebiasaan itu bisa berujung fatal. Pakai alas kaki dan jaga kebersihan—karena kenyamanan sesaat tidak sebanding dengan nyawa yang dipertaruhkan.***

Pos terkait