Pengamat menilai, batalnya mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo dari jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I membuktikan jika Prabowo adalah presiden yang sesungguhnya. Prabowo dinilai sedang melawan intervensi terhadap kekuasannya.
__________
Pengamat menilai, Mutasi Kunto batal setelah ada evaluasi dari Presiden. Dan ini merupakan strategi brilian Prabowo melawan intervensi Jokowi.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menduga, Prabowo tak ingin Letjen Kunto dimutasi. Karena itulah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya memutuskan membatalkan mutasi tersebut.
“Secara politis, Presiden tampaknya tak menginginkan pergantian tersebut. Presiden tetap menginginkan Kunto Arief tetap pada jabatannya,” kata Jamiluddin, Sabtu, 3 Mei 2025.
“Hal ini tentu melegakan, karena Prabowo sudah menunjukkan sebagai presiden sesungguhnya. Sikap dan ketegasan seperti ini memang yang diinginkan rakyat dari Prabowo,” imbuhnya.
Jamiluddin tidak memungkiri bahwa mutasi terhadap Kunto beraroma politis, karena terjadi tak lama setelah deklarasi Forum Purnawirawan TNI-Polri yang menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu tokoh dalam forum tersebut adalah ayah Kunto, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. Sedangkan perwira yang disiapkan untuk menggantikan Kunto adalah Laksamana Muda Hersam, yang pernah menjadi ajudan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo—ayah Gibran Rakabuming.
“Dekatnya waktu peristiwa politik itu, dengan keluarnya penggantian jabatan Kunto Arief, menguatkan spekulasi keputusan itu sangat politis,” kata Jamiluddin.
“Hal ini memunculkan spekulasi Jokowi masih kuat di tubuh TNI,” imbuhnya.
Kebijakan Brilian Prabowo
Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), menilai kebijakan pembatalan mutasi Kunto meruapakan kebijakan Prabowo yang cukup brilian.
“Sebelumnya, di panggung buruh, Prabowo melontarkan candaan, tidak akan mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam waktu dekat. Satu hari sebelumnya, dan satu hari setelah pencopotan jabatan Letjen Kunto, Panglima TNI Agus Subiyanto telah mengeluarkan surat pembatalan pencopotan jabatan Letjen Kunto tertanggal 30 April 2025, ” tulis Anthony, dikutip dari Kedai Pena, Sabtu, 3 Mei 2025.
Menurut Anthony, tentu publik bertanya-tanya, ada drama apa dibalik mutasi Letjen Kunto sebagai Pangkogabwilhan I, di mana mutasi itu dianulir sehari kemudian. Menurut dia, pasti ada kekuatan besar yang bisa membuat Panglima berubah pikiran dan membatalkan mutasi tersebut.
“Siapa kekuatan besar itu? Siapa lagi kalau bukan Presiden Prabowo. Pelan tapi pasti, Prabowo tampaknya mempunyai agenda dan cara sendiri untuk melawan segala intervensi terhadap kekuasaannya,” tandasnya.***





