Pemkot Surabaya melanjutkan pendampingan keluarga korban. Eri meminta orang tua mempererat komunikasi dan memahami keseharian anak.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta orang tua memperkuat pendampingan anak menyusul kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia.
Eri mengatakan Pemerintah Kota Surabaya terus mendampingi keluarga korban. Pemkot juga berkoordinasi dengan kepolisian terkait anak yang diduga terlibat.
“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan,” kata Eri, Senin, 2 November 2026.
Keterangan tersebut belum menjelaskan hasil pemeriksaan maupun hubungan antara dugaan perundungan dan penyebab kematian anak.
Orang Tua Diminta Memahami Keseharian Anak
Eri mengajak orang tua menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bersama. Ia menekankan pentingnya kedekatan dan komunikasi dalam keluarga.
“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga.”
“Orang tua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik.”
“Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.
Menurut Eri, komunikasi membantu orang tua memahami perkembangan, pergaulan, serta persoalan yang dihadapi anak sehari-hari.
Kedekatan itu juga diperlukan agar anak memiliki ruang untuk bercerita kepada orang tua tentang pengalamannya.
Pendampingan Melampaui Kebutuhan Sehari-hari
Eri menilai tanggung jawab orang tua tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak juga membutuhkan perhatian dan arahan.
Pendampingan tersebut, menurut dia, membantu orang tua mengenali perubahan perilaku maupun persoalan yang mungkin sedang dihadapi anak.
“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orang tua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita.”
“Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” kata Eri. ***





