Empat tokoh puncak PBNU turun langsung ke Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri — bukan sekadar silaturahmi, tapi koordinasi final jelang Munas-Konbes NU yang kini tinggal menghitung hari.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, dan Prof. M. Nuh hadir langsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (6/6/2026).
Turut mendampingi ketiganya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang kemudian menjadi juru bicara kunjungan tersebut.
Agenda di balik kunjungan ini jauh lebih dari sekadar sowan. Keempat petinggi itu datang untuk mematangkan persiapan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Juni 2026.
“Kami mendampingi Rais Aam, ada Prof M Nuh dan Gus Anwar Iskandar, untuk menyampaikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso melalui Kiai Nurul Huda Djazuli yang telah bersedia menjadi tuan rumah,” tutur Gus Ipul, Sabtu (6/6/2026).
Santri hingga Pengasuh Ikut Turun Tangan
Gus Ipul mengaku puas melihat progres persiapan di lapangan. Ponpes Al-Falah Ploso tidak hanya menyiapkan sarana fisik, tetapi juga mengerahkan semua elemen pesantren — dari pengasuh, keluarga besar, hingga ribuan santri — untuk menyukseskan agenda nasional ini.
“Kami sungguh bersyukur karena Pesantren Ploso telah siap dari sisi sarana-prasarana maupun dukungan lain yang diperlukan. Ini tentu sangat meringankan tugas PBNU sebagai penyelenggara,” tambahnya.
Munas-Konbes Jadi Penentu Lokasi Muktamar
Di balik agenda teknis itu, tersimpan misi yang jauh lebih strategis. Munas dan Konbes mendatang akan menjadi forum penentu lokasi Muktamar NU yang dijadwalkan pada Agustus 2026.
Hingga kini, setidaknya empat pihak telah menyatakan kesiapan secara resmi: DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, dan Jawa Timur — meski yang terakhir belum melalui jalur formal.
“Nanti akan dibahas pada saat Munas dan Konbes. Ada beberapa wilayah yang telah menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Muktamar. Berbagai pertimbangan akan didiskusikan secara lebih serius dalam forum tersebut,” ungkap mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.





