Menyambut Bandara Dhoho Kediri: Jangan Lagi Sepi Seperti Kertajati!

Proyek Bandara Dhoho Kediri dipotret melalui tangkapan layar Google Maps. Foto:Tangkapan Layar Google Maps.

Infrastruktur Belum Menunjang

Bagaimana dengan Bandara Dhoho Kediri? Secara infrastruktur, lokasi Bandara Dhoho masih kalah dibandingkan dengan Bandara Kertajati. Kekurangan Bandara Dhoho saat ini adalah infrastruktur penunjang. Bandara Dhoho masih ditopang jalan raya milik provinsi yang menghubungkan Kota/Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Nganjuk. Kemudian waktu tempuh untuk menuju Bandara Dhoho dari Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Blitar, Jombang, dan Tulungagung, sekitar 2-3 jam.

Waktu tempuh ini hampir sama apabila calon penumpang pesawat akan terbang via Bandara Juanda dan Bandara Abdurahman Saleh. Sementara jalan tol Nganjuk-Tulungagung yang digadang-gadang menunjang Bandara Dhoho masih dalam taraf pembangunan. Proyek ini kemungkinan besar baru tuntas lima tahun mendatang. Proyek penunjang lainnya adalah jalan selingkar willis.

Bacaan Lainnya

Proyek jalan ini menghubungkan Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Tulungagung dan Nganjuk. Proyek yang ditarget rampung pada 2023 ini masih tersendat pada kebijakan masing-masing kepala daerah. Artinya, dalam waktu dekat belum bisa menunjang beroperasinya Bandara Dhoho.

Sebagai informasi, jarak antara Bandara Dhoho dengan Bandara Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Bandara Abdurahman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 hingga 4 jam.

Artinya, apabila Bandara Dhoho tidak bisa menawarkan keunggulan jarak tempuhnya yang lebih dekat dengan warga yang tinggal di eks Karesidenan Mataraman, maka calon penumpang bisa lari ke Surabaya, atau Malang. Hal ini bisa berimbas dengan sepinya penumpang pesawat di Bandara Dhoho.

Pos terkait