Arus Mudik-Balik Lebaran, 233 Barang Tertinggal di KAI

PT KAI mencatat sebanyak 233 barang milik penumpang tertinggal di kereta selama arus mudik-balik Lebaran 2026. - Samudrafakta/Masruroh
KAI Daop 8 Surabaya amankan 233 barang tertinggal selama Angkutan Lebaran 2026 senilai Rp138 juta, 51 di antaranya sudah dikembalikan ke pemilik.

Selama periode 11–27 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mencatat temuan 233 barang milik penumpang yang tertinggal di stasiun maupun dalam perjalanan kereta, dengan estimasi nilai mencapai Rp138 juta.

Jumlah ini melonjak dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya yang mencatat 107 barang. Dari total temuan tersebut, sebanyak 51 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut capaian ini mencerminkan efektivitas layanan Lost and Found sekaligus kesigapan petugas di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Capaian ini tidak terlepas dari kesigapan petugas serta dukungan sistem Lost and Found yang terintegrasi secara nasional. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan penumpang,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.

Sistem Terintegrasi Percepat Penelusuran

Layanan Lost and Found KAI memungkinkan penumpang melaporkan barang tertinggal melalui kondektur, petugas Polsuska di stasiun, maupun KAI Contact Center 121.

Setelah laporan diterima, petugas langsung menelusuri berdasarkan lokasi terakhir barang terlihat. Jika ditemukan cepat, barang dapat langsung dikembalikan. Untuk proses lebih lama, penumpang tetap mendapat pembaruan berkala.

Setiap barang temuan diberi label identifikasi, diverifikasi, lalu dicatat dalam database nasional. Sistem ini mempermudah pelacakan lintas wilayah operasional KAI.

Disimpan di Stasiun Utama

Barang yang belum diambil diamankan di pos pengamanan stasiun utama seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.

Pengambilan barang wajib disertai identitas diri sebagai bagian dari verifikasi kepemilikan. Informasi barang temuan juga diumumkan melalui pengeras suara di stasiun maupun di dalam kereta.

Khusus makanan olahan yang tidak diambil lebih dari 1×24 jam akan dimusnahkan guna menjaga kebersihan lingkungan.

KAI Daop 8 Surabaya mengimbau penumpang lebih waspada terhadap barang bawaan selama perjalanan.

“Kami mengajak seluruh penumpang memastikan tidak ada barang tertinggal demi kenyamanan bersama,” tutup Mahendro.  ***

Pos terkait