Mudahkan Penumpang, KAI Daop 8 Integrasikan 18 Stasiun di Jawa Timur

Stasiun terintergrasi dengan KA Commuter
Stasiun Surabaya Gubeng yang terintergrasi dengan KA Commuter/Lokal. (Humas Daop 8 Surabaya)

KAI Daop 8 Surabaya mengintegrasikan 18 stasiun KA Jarak Jauh dan KA Commuter. Kebijakan ini memudahkan mobilitas warga Jawa Timur.


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur melalui integrasi layanan Kereta Api Jarak Jauh dengan KA Commuter/Lokal. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi layanan KAI dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin praktis, efisien, dan seamless (berkesinambungan) bagi masyarakat.

Hingga saat ini, dari total 40 stasiun yang melayani naik dan turun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 18 stasiun telah terintegrasi dengan layanan KA Commuter/Lokal. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa integrasi antarlayanan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung, sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah tanpa harus berganti ke moda transportasi lain.

Bacaan Lainnya

“Integrasi antara KA Jarak Jauh dengan KA Commuter/Lokal memberikan kemudahan bagi penumpang untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini semakin mudah mengakses layanan KA Jarak Jauh, begitu pula penumpang yang datang dari luar kota dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur menggunakan KA Commuter atau KA Lokal. Inilah wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” ujar Mahendro, dikutip Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, keberadaan 18 stasiun integrasi tersebut menjadi solusi atas tingginya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga. Penumpang yang tiba menggunakan KA Jarak Jauh dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir menggunakan KA Commuter/Lokal, begitu pula sebaliknya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan