Menyambut Bandara Dhoho Kediri: Jangan Lagi Sepi Seperti Kertajati!

Proyek Bandara Dhoho Kediri dipotret melalui tangkapan layar Google Maps. Foto:Tangkapan Layar Google Maps.
Jangan Lagi Berteman Sepi!

Pemerintahan Jokowi sebenarnya mendapat kritik dalam pembangunan konektivitas terutama bandara. CNBC melaporkan sejumlah bandara sepi penumpang setelah diresmikan. Empat bandara yang dimaksud antara lain; Bandara JB Soedirman, Purbalingga; Bandara Ngloram, Blora; Bandara Wiradinata, Tasikmalaya; dan Bandara Kertajati Majalengka.

Sebagai studi kasus adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Untuk menyedot penumpang pesawat, sejumlah infrastruktur sudah disiapkan. Jika jarak dari Bandung ke BIJB Kertajati sekitar 160-180 km, dengan adanya Tol Cisumdawu dipangkas menjadi hanya 60 km.

Jalan tol akses BIJB Kertajati juga terhubung langsung dengan jalan tol Cipali km 158+700. Memiliki panjang 3,7 km dengan lebar lajur 3,6 meter sebanyak 4 lajur dua arah, artinya untuk menuju ke Kertajati tidak dibutuhkan waktu yang lama karena bisa diakses lewat jalan tol.

Bacaan Lainnya

Pihak operator BIJB Kertajati yakni Angkasa Pura II (AP II) juga memberikan insentif bagi maskapai yang mau mendarat di Majalengka. “AP II saat ini memberikan insentif bagi seluruh maskapai, yakni kompensasi sebesar 100% atas jasa biaya pendaratan (landing fee) dan 100% atas jasa biaya parkir pesawat (landing fee),” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dilansir CNBC Indonesia, Jumat (3/11/2023) lalu.

Awaluddin menegaskan Bandara Kertajati memiliki fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai untuk membuka akses penerbangan lebih luas di Jawa Barat. Meski resmi beroperasi secara penuh mulai Minggu (29/10/2023), kenyataannya, baru ada tiga maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju bandara Kertajati, yaitu Citilink, AirAsia, serta Super Air Jet.

Pos terkait