Menteri LH Puji Inovasi Pengelolaan Lingkungan ITS: Dari Komposter Cepat Hingga Penjernih Air

Inovasi ITS
Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat didampingi Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramuijati ST MScEng PhD meninjau stan yang menampilkan inovasi pengembangan maggot superworm oleh sivitas akademika ITS. - Humas ITS

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah dan air bersih ITS untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.


Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mendorong pembangunan berkelanjutan mendapat apresiasi penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI). Dalam kunjungan kerja yang dipimpin secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat, ITS menunjukkan sejumlah inovasi dan teknologi terkait pengelolaan lingkungan yang dipamerkan di Gedung Rektorat ITS.

Salah satu karya inovasi yang ditampilkan adalah ITS COMPOStech, yaitu mesin ecosmart composter yang mampu mengolah sampah organik hingga 50 kilogram per hari. Dengan waktu pengolahan maksimal 20 jam per batch, teknologi ini memungkinkan sampah sisa makanan dan dedaunan diproses dengan cepat. Sistemnya juga dirancang untuk meminimalkan bau dan limbah cair serta dapat ditempatkan pada area yang terbatas.

Menurut Jumhur, mesin ini memiliki potensi besar dalam menyelesaikan permasalahan sampah organik di sektor pariwisata, industri makanan, perhotelan, bahkan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bacaan Lainnya

“Terutama di dapur SPPG yang setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar, dibutuhkan mesin yang dapat memproses limbah padat dan cair secara cepat,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut, dikutip Selasa (28/7/2026).

Selanjutnya, Jumhur juga meninjau ITS Mobile Water Treatment, sistem pengolahan air bersih yang fleksibel dan mudah dipindahkan. Teknologi yang memanfaatkan prinsip elektrokoagulasi tersebut berpotensi diterapkan di berbagai kondisi, termasuk daerah bencana dan wilayah terpencil yang membutuhkan akses air bersih.

“Apabila dikombinasikan dengan alat komposter, sistem ini dapat menyelesaikan masalah limbah organik padat dan cair di industri makanan, pariwisata, dan perhotelan,” tegas Jumhur.

Inovasi lain yang ditampilkan yaitu superworm dan Siklusin, di mana keduanya sangat mendukung ekonomi sirkular. Pemanfaatan maggot superworm sebagai pendekatan biologis memiliki potensi untuk membantu menguraikan jenis plastik tertentu, terutama expanded polystyrene (EPS) atau styrofoam. Proses tersebut juga berpotensi menghasilkan produk turunan berupa residu organik, biomassa larva, serta isolat mikroba dan enzim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan