Berdasar penuturan Luhut, PT Gudang Garam Tbk datang menemuinya untuk menyampaikan rencana pembangunan bandara pada 2016 silam. “Direktur Utama Gudang Garam pada saat itu datang ke saya dan menyampaikan rencana untuk membangun bandara di Kediri menggunakan dananya sendiri. Tidak cukup itu, bandara tersebut juga nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah,” tutur Luhut dikutip dari laman resmi Kemnko Marves.
Polemik antara Emil Dardak, Syahri Mulyo, akhirnya berhenti. Sejak itu, Menko Marves Luhut memproses pembangunan Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri. Luhut pada tahun 2018, pernah mengajak Menteri Perhubungan; Menteri ATR/BPN; serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk ikut terjun langsung menemui masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada.
Disepakatilah pembangunan bandara menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proses penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan pada 7 September 2022. Penandatanganan ini merupakan skema KPBU pertama yang bersifat unsolicited (tidak diprakarsai pemerintah) di Indonesia.
Meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk membangun Bandara Dhoho Kediri, Menko Luhut berterima kasih atas bantuan segenap pihak dalam penyelesaiannya. “Saya harap akhir 2023, bandara ini bisa beroperasi karena kita juga kerjakan paralel dengan penyelesaian perizinannya,” pungkasnya. Luhut menilai pembangunan Bandara Kediri berpotensi untuk dijadikan model KPBU solicited (diprakarsai pemerintah) di masa mendatang.





