Lebaran identik dengan sajian khas menu bersantan. Buat sebagian orang, menu ini adalah ancaman kesehatan. Di sisi lain, santan juga banyak manfaatnya bagi tubuh. Lalu, bagaimana caranya ‘menyikapi’ menu khas Lebaran ini?
__________
Jadi begini. Menurut ahli gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan, penderita kolesterol, gula darah, dan hipertensi, harus berhati-hati mengonsumsi hidangan bersantan khas Lebaran.
Bukannya melarang konsumsi, tapi Ali menyarankan agar semua orang mengonsumsinya dengan porsi yang wajar. Tidak berlebihan.
Aturan makan ini tak hanya berlaku bagi yang punya penyakit bawaan, tetapi juga untuk yang sehat.
Ali mengimbau agar mengonsumsi buah sebelum makan besar. Tujuannya supaya keinginan makan bersantan sedikit berkurang.
“Pada dasarnya, makanan yang disajikan saat Lebaran adalah sehat, dan bahkan bergizi. Meskipun kadang-kadang ada yang kurang tersaji, yaitu sayuran. Oleh karena itu, menyediakan buah saat Lebaran dapat menggantikan peran sayur yang minim tersaji saat Idul Fitri,” kata dia beberapa waktu lalu.
Soal kandungan santan yang perlu diwaspadai penderita kolesterol, menurut Ali, adalah santan yang mengandung lemak sekitar 24 persen.
Menurut Ali, tidak ada tips khusus dalam memasak sajian berbahan santan. Cukup dihangatkan pada malam hari agar tidak basi.
Ali pun menjelaskan, kendati santan bisa menimbulkan efek kurang sehat bagi badan, bahan makanan ini juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Antara lain:
1. Kontrol gula darah menjadi lebih baik
Gabungan nutrisi dari kombinasi santan, protein, dan serat dalam sajian makanan dapat membantu mendukung kadar gula darah yang stabil. Bahan utama pembuatan santan sendiri terdiri dari lemak dan karbohidrat yang bergizi.
Ada penelitian yang menyoroti konsumsi santan terhadap hewan uji penderita diabetes pada tahun 2021. Hasilnya, konsumsi santan setiap hari berpotensi meningkatkan kontrol gula darah dan kadar A1C.
2. Mencegah peradangan
Santan mengandung lipid yang disebut asam laurat. Zat ini berfungsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh karena sifatnya yang antimikroba dan antiinflamasi.
Sebuah penelitian menemukan bahwa sifat antimikroba dari asam laurat santan dapat menghambat bakteri staphylococcus aureus, streptococcus pneumoniae, dan mycobacterium tuberculosis secara efektif.
Studi lain juga menemukan bahwa efek antiinflamasi dalam asam laurat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.





