Arus Balik Naik, 251 Kecelakaan, 17 Tewas

Arus Balik
Petugas mengatur arus lalu lintas menuju tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Hari ini, 24 Maret 2026, diperkirakan merupakan puncak arus balik gelombang pertama. Foto:Dok Korlantas via Mediahub Polri
Puncak arus balik gelombang pertama diperkirakan terjadi Selasa, 24 Maret 2026, saat Operasi Ketupat hari ke-11 mencatat 251 kecelakaan dengan 17 korban tewas.

Data Satgas Humas Polri mencatat, selain korban meninggal, terdapat 28 orang luka berat dan 48 luka ringan, dengan total kerugian materiil lebih dari Rp314 juta dalam periode Ahad, 22 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Senin, 23 Maret 2026, pukul 06.00 WIB.

Di sisi penegakan hukum, tercatat 11 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 5 melalui sistem ETLE dan 6 non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan saat berkendara.

Bacaan Lainnya

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Marupa Sagala dikutip Selasa, 24 Maret 2026.

Arus Balik Mulai Menguat

Berdasarkan data volume lalu lintas pada Ahad, 22 Maret 2026, pukul 06.00–22.00 WIB, kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 unit, naik 65,79 persen dibandingkan kondisi normal dan meningkat 2,06 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat 122.994 unit, turun 3,66 persen dari kondisi normal, namun naik 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Polri menyebut arus lalu lintas telah melandai dan kembali normal dua arah setelah penghentian sistem one way, berdasarkan evaluasi kondisi lapangan secara real time.

Meski demikian, tren arus balik mulai terlihat meningkat. Polri memprediksi puncaknya akan terjadi dalam dua tahap, yakni 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.

“Arus balik mulai meningkat secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan bertahap,” kata Marupa.

Rekayasa dan Jalur Alternatif

Sebagai langkah antisipasi, one way nasional dijadwalkan berlaku mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70. Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan jalur alternatif Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan.

Hingga Senin, 23 Maret 2026 pukul 16.35 WIB, tercatat  3.300 kendaraan tercatat telah melintasi Tol Japek II Selatan.

Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol Faizal menyampaikan, rekayasa arus lalu lintas dilakukan bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.

Pengalihan dilakukan melalui Tol Sadang untuk masuk ke jalur fungsional Japek II Selatan dengan panjang sekitar 53 kilometer. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban lalu lintas di ruas utama.

“Sejak pukul 09.30 WIB hingga 16.35 WIB, sekitar 3.300 kendaraan sudah melintas. Ini sangat membantu mengurai volume kendaraan yang mengarah ke Cikampek, khususnya yang melewati Gerbang Tol Kalihurip,” ujar Faizal.

Ia menjelaskan, jalur fungsional tersebut berperan sebagai alternatif guna memecah kepadatan kendaraan yang bertemu di Tol Cikampek.

Selama periode arus balik, pertemuan arus dari berbagai arah menjadi salah satu penyebab utama kepadatan. Oleh karena itu, distribusi kendaraan dilakukan melalui jalur tambahan.

“Kami meminimalisir pertemuan arus dari arah Jawa Tengah, arah barat, dan Bandung yang semuanya menuju Jakarta. Tol fungsional ini menjadi salah satu solusi untuk memecah kepadatan tersebut,” katanya.

Penggunaan tol fungsional Japek II Selatan saat ini dibatasi hanya untuk kendaraan golongan I atau kendaraan pribadi. Jalur ini juga memberikan akses menuju sejumlah wilayah penyangga Jakarta. Pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan ke arah Cimanggis–Cibitung, Bogor, BSD, Serpong, maupun Jagorawi.

“Dari Burangkeng bisa ke Cimanggis–Cibitung, ke Bogor, BSD, Serpong, atau masuk Jagorawi menuju Jakarta,” tambahnya.

Pemberlakuan jalur ini bersifat situasional dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan deras yang mengurangi jarak pandang, jalur akan ditutup sementara. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah potensi kecelakaan.

“Kalau hujan deras dan jarak pandang terbatas, akan kami tutup sementara karena berbahaya. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” jelas Faizal.

Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintasi jalur tersebut. Pengendara diminta menjaga kecepatan serta mematuhi rambu lalu lintas yang tersedia. Hal ini mengingat kondisi jalan yang masih tergolong baru.

“Karena ini jalur baru, kami minta masyarakat menjaga kecepatan. Walaupun sarana dan prasarana sudah disiapkan, tetap harus waspada,” pungkasnya.

Pengamanan dan Mobilitas Tinggi

Polri mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV dan sistem traffic counting real time, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Pengamanan juga dilakukan di berbagai objek vital, seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga jalur arteri dan tol.

Data transportasi umum menunjukkan mobilitas tinggi masyarakat. Tercatat 871 trip kapal dengan 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Moda kereta api mencatat 2.922 perjalanan dengan 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara melayani 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.

Polri mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di lokasi wisata air, serta tidak memaksakan perjalanan saat kondisi fisik menurun.

“Kami mengingatkan masyarakat memanfaatkan rest area dengan bijak dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” ujar Marupa.

Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar. ***

Pos terkait