Arus Mudik 2026 Melonjak 32,1 Persen, Polisi Siap Hadapi Arus Balik Gelombang Kedua

Direktur Jasa Marga Rivann A. Purwantono. Foto:Dok Jasa Marga
Arus mudik Lebaran 2026 melonjak 32,1 persen saat 1,69 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek hingga H-2 Idulfitri 1447 Hijriah, sementara Operasi Ketupat ditutup dan Polisi bersiap menghadapi gelombang balik kedua.

Sebanyak 1.692.528 kendaraan tercatat keluar Jabotabek pada H-10 hingga H-2 Idulfitri 1447 H. Angka ini naik dari kondisi normal 1.280.973 kendaraan dan baru mencapai 48 persen dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan selama periode 11–31 Maret 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dikutip Kamis, 26 Maret 2026,  mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan pengguna jalan dalam mewujudkan perjalanan mudik dan balik pada libur Idulfitri 1447H yang aman, lancar dan nyaman hingga selamat sampai tujuan.

Arah Timur Mendominasi

Menurut data Jasa Marga, distribusi lalu lintas didominasi arah timur. Sebanyak 923.734 kendaraan atau 54,6 persen menuju Trans Jawa dan Bandung.

Bacaan Lainnya

Rinciannya, arus ke Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 621.366 kendaraan atau naik 145,5 persen. Sementara ke Bandung melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 302.368 kendaraan atau meningkat 8,5 persen.

Total arus ke wilayah timur melonjak 73,7 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Untuk arah barat menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat 440.549 kendaraan atau naik 1,5 persen. Adapun arah selatan menuju Puncak melalui GT Ciawi mencapai 328.245 kendaraan atau meningkat 4,2 persen.

Pada H-2 Lebaran, Kamis, 19 Maret 2026, volume lalu lintas harian mencapai 208.825 kendaraan, naik 48,2 persen dari normal dan 4,05 persen dibandingkan tahun lalu.

Operasi Ditutup, Pengamanan Lanjut

Di sisi lain, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, resmi menutup Operasi Ketupat 2026 di Alun-alun Simpang Lima, Rabu (25/3/2026) malam.

Meski operasi berakhir, pengamanan tetap dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi gelombang kedua arus balik.

Pengamanan selama Operasi Ketupat dibagi dalam lima klaster, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.

Hingga Rabu malam, arus lalu lintas di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih padat akibat aktivitas silaturahmi. Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow di Tol Trans Jawa terus diterapkan untuk mengurai kepadatan.

Dari sisi keselamatan, angka fatalitas kecelakaan turun 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun 5,75 persen.

Agus menegaskan keberhasilan pengamanan mudik merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak serta kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Ia menyebut Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berlangsung aman dan nyaman. ***

Pos terkait