Sebanyak 2,5 juta kendaraan sudah kembali ke Jakarta, namun sisa 25 persen arus balik diprediksi memicu kepadatan di Tol Trans Jawa hingga Ahad, 29 Maret 2026.
Berdasarkan data PT Jasa Marga hingga Jumat, 27 Maret 2026, sebanyak 2,5 juta kendaraan atau sekitar 75 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026. Artinya, sekitar 25 persen kendaraan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret.
Kendati demikian, Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal guna menjaga arus tetap terkendali.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memantau langsung pergerakan arus balik di Rest Area KM 62B Tol Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026) malam.
Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas menuju Jakarta masih dalam kategori ramai lancar, meski kepadatan muncul di sejumlah titik, terutama di jalur arteri.
“Arus di jalan tol cukup terkendali. Dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama) arah Jakarta masih berjalan baik,” kata Agus dikutip dari laman Korlantas Polri.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, rekayasa lalu lintas berupa contraflow satu lajur diberlakukan dari KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek. Hingga Sabtu malam, kondisi arus masih terpantau terkelola.
One Way Tahap II Dipertahankan
Korlantas Polri masih menerapkan skema one way tahap kedua dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikatama arah Jakarta. Kebijakan ini dinilai efektif menjaga kelancaran arus balik dari Trans Jawa menuju ibu kota.
“Parameter di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang belum menunjukkan peningkatan signifikan. Karena itu, one way tahap kedua masih dipertahankan dan belum diperpanjang,” ujar Agus.
Korlantas juga membuka opsi penerapan one way tahap ketiga dari KM 390 wilayah Kendal jika terjadi lonjakan signifikan arus kendaraan dari arah timur maupun selatan.
“Jika ada peningkatan signifikan, akan dipertimbangkan one way tahap ketiga. Saat ini masih dalam evaluasi,” tambahnya.
Normalisasi Ditunda, Arus Masih Tinggi
Normalisasi lalu lintas belum dilakukan karena volume kendaraan menuju Jakarta masih tinggi. One way tahap kedua dipertahankan hingga Ahad, 29 Maret 2026 sambil terus dilakukan evaluasi di lapangan.
Personel kepolisian dari tingkat Polda hingga Polres disiagakan di jalur strategis, termasuk Pantura dan jalur selatan, guna mengatur lalu lintas dan mengurai kepadatan.
“Kami juga melakukan penertiban kendaraan sumbu tiga agar tidak menghambat arus balik,” kata Agus.
Jasa Marga Pastikan Layanan Optimal
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono memastikan arus balik Lebaran 2026 masih dalam kondisi terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan pada 28–29 Maret.
“Kami memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani pengguna jalan yang kembali ke Jakarta dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal,” ujarnya.
Jasa Marga mendukung rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow berdasarkan pemantauan real time melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) serta laporan petugas di lapangan.
Rekayasa ini difokuskan untuk arus kendaraan menuju Jakarta dari ruas strategis, mulai Tol Batang–Semarang, Semarang ABC, Semarang–Solo hingga Solo–Ngawi.
Selain itu, kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung, termasuk rest area, juga menjadi perhatian utama untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan.
“Pengguna jalan dapat memanfaatkan rest area alternatif di luar tol jika rest area utama mengalami kepadatan,” kata Rivan. ***





