
Jika situasi itu yang terjadi, Lili memperingatkan, loyalitas para menteri itu patut dipertanyakan: Mereka ini sesungguhnya loyal kepada siapa?
“Dampak dari tidak loyal ini, bukan tidak mungkin segala arahan dan kebijakan Presiden Prabowo bisa berantakan atau tidak jalan,” Lili Memperingatkan.
Perinagtan serupa juga dilontarkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurut Mardani, silaturahmi Lebaran sah saja dilakukan oleh semua pihak—termasuk silaturahmi Menteri Kabinet Merah Putih dengan Jokowi.
Namun, ketika para menteri Prabowo itu memanggil Jokowi ‘bos’ di depan umum usai silaturahmi, Mardani mengingatkan, jangan sampai hal tersebut memunculkan kesan adanya ‘matahari kembar’ dalam pemerintahan.
“Yang pertama, tentu silaturahmi tetap baik. Tapi, yang kedua, tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani kepada wartawan, Jumat, 11 April 2025.
Mardani mengaku yakin Prabowo tak akan merasa tersinggung dengan kunjungan para menterinya ke Presiden terdahulu. Namun begitu, dia menekankan pentingnya jajaran kabinet untuk menjaga kewibawaan sosok pemimpin tertinggi dalam sistem pemerintahan.
Peringatan yang sama juga sempat datang dari mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan politisi PDIP lainnya.
Apa Itu ‘Matahari Kembar’?
Istilah ‘matahari kembar’ adalah ungkapan kiasan yang sering digunakan dalam konteks politik atau kekuasaan, terutama dalam sistem pemerintahan atau organisasi yang memiliki dua pusat kekuasaan yang kuat.
Dalam politik, ‘matahari kembar’ menggambarkan dualisme kepemimpinan. Dua tokoh memiliki otoritas yang hampir setara dan saling bersaing dalam pengaruh atau kekuasaan.

Jika situasi ini terjadi, maka akan terjadi ketidakjelasan arah kebijakan, potensi terjadinya konflik internal, hingga instabilitas dalam pengambilan keputusan. Karena itu, idealnya dalam satu sistem pemerintahan hanya ada satu pusat kekuasaan tertinggi agar arah dan kebijakan jelas.





