Genjot Pertumbuhan Berkelanjutan, Menteri Keuangan APEC Teken ‘Incheon Plan’

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. - Foto dibuat SORA
APEC sepakat Incheon Plan, panduan ekonomi berkelanjutan Asia-Pasifik hingga 2030.

Peta jalan baru untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik telah lahir. Para menteri keuangan APEC menyepakati ‘Incheon Plan’, sebuah komitmen bersama yang akan memandu langkah ekonomi kawasan selama lima tahun ke depan hingga 2030.

Kesepakatan penting ini dicapai dalam pertemuan tahunan Menteri Keuangan APEC di Incheon, Korea Selatan, yang berlangsung pada 21-22 Oktober lalu. Mengusung tema “Sustainable Growth and Shared Prosperity in the Region”, pertemuan ini juga menghasilkan sebuah pernyataan bersama (Joint Statement).

Incheon Plan sendiri akan menjadi panduan Proses Menteri Keuangan APEC dengan empat pilar utama. Yakni, Innovation (Inovasi), Finance (Keuangan), Fiscal Policy (Kebijakan Fiskal), serta Access and Opportunity for All (Akses dan Peluang untuk Semua).

Bacaan Lainnya

Pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Korea, Koo Yun Cheol, itu juga menyepakati empat isu dalam pernyataan bersama. “Meliputi Global and Regional Economy, Innovation, Digital Finance, dan Fiscal and Finance Policy,” tulis penyataan resmi Kemenkeu dikutip, Jumat, 24 Oktober 2025.

Dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Indonesia diwakili oleh Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Arief Wibisono, yang bertindak sebagai Plt. Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Hari kedua pertemuan (22/10) menjadi sorotan dengan digelarnya sesi gabungan antara menteri keuangan dan menteri reformasi struktural APEC. Agenda utamanya adalah membahas inovasi dan digitalisasi. Para perwakilan anggota APEC berdiskusi intensif mengenai cara mempercepat transformasi digital di kawasan.

“Termasuk melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI), penelitian dan pengembangan (R&D), reformasi regulasi, dan pengembangan talenta,” lanjut rilis tersebut. Diskusi ini berfokus bagaimana inovasi dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi pekerja, komunitas, dan bisnis di Asia-Pasifik.

Pos terkait